Bagaimana Jika Buruh Di-PHK? FSPMI Latih Kader Perempuan Memahami Langkah Advokasi

Bagaimana Jika Buruh Di-PHK? FSPMI Latih Kader Perempuan Memahami Langkah Advokasi

Jakarta, KPonline-Bagaimana jika seorang buruh menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK)? Memahami hak saja tidak cukup. Pekerja juga perlu mengetahui cara memperjuangkannya melalui langkah advokasi yang tepat. Inilah yang menjadi fokus Pendidikan Advokasi Dasar Perempuan FSPMI dengan materi Dasar Advokasi dalam Penyelesaian Hubungan Industrial yang diselenggarakan di Kantor DPP FSPMI.

Vice Presiden FSPMI Bidang Perempuan, Mundiah, menyampaikan bahwa pendidikan ini bertujuan meningkatkan kemampuan perempuan di tingkat pusat, cabang, hingga Pimpinan Unit Kerja (PUK) agar mampu membantu mengadvokasi berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi anggota.

Presiden FSPMI, Suparno, yang memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa advokasi harus menjadi kemampuan dasar setiap anggota serikat pekerja. Anggota perlu mampu menyampaikan persoalan, menyusun argumentasi berdasarkan fakta, serta memahami tahapan penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber Eka Herawati membekali peserta dengan pemahaman mengenai penanganan persoalan PHK. Para peserta juga mengikuti praktik kelompok untuk mempelajari penyusunan surat kuasa, risalah perundingan bipartit, dokumen mediasi, surat anjuran, hingga dokumen gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Pendidikan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga langkah untuk memperkuat peran perempuan dalam perjuangan serikat pekerja. Pengetahuan dan keterampilan advokasi diharapkan menjadi bekal bagi kader untuk mendampingi anggota, memahami persoalan, serta mengawal proses penyelesaian perselisihan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perempuan FSPMI, saatnya mengambil peran lebih besar! Mari bergabung, aktif dalam organisasi, memperluas pengetahuan, dan meningkatkan keberanian untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Sebab, semakin banyak perempuan yang memahami advokasi, semakin kuat pula solidaritas dan perjuangan organisasi.

BANGGA BERJUANG BERSAMA FSPMI!

Solidaritas Tanpa Batas!