Kader perempuan FSPMI juga terlibat aktif dalam Konsolidasi Nasional. (Kascey)

Kader perempuan FSPMI juga terlibat aktif dalam Konsolidasi Nasional. (Kascey)

Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu

Jakarta, KPonline – Sebuah konsolidasi tidak hanya mendekatkan hati. Ia juga menyelaraskan langkah. Menguatkan ikatan kebersamaan, untuk kemudian menegaskan bahwa semua yang hadir di Taman Melati, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Sabtu (2/4/2016) yang lalu adalah satu.

“Satu untuk semua. Semua untuk satu.” Kata Presiden FSPMI Said Iqbal ketika menjelaskan tentang pentingnya persatuan.

Menurut Iqbal, sebagai pribadi, posisi kita akan lemah sekali. Itulah rahasia terbesar mengapa manusia perlu berorganisasi. Dengan tergabung dalam organisasi, setiap individu tidak lagi dihitung sebagai satu. Dia akan menjelma sebagai sosok baru, yang memiliki beribu-ribu potensi untuk berkembang dan maju.

Persatuan menjadi modal penting dalam sebuah organisasi. Terkebih lagi, FSPMI sudah menegaskan untuk tidak hanya menjadi gerakan di tingkat pabrik. FSPMI juga memposisikan dirinya untuk bergerak di ranah publik. Menuntut negara untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Tidak boleh berhenti dalam wacana. Harus ada langkah konkret, kerja-kerja nyata.

Itulah sebabnya, dalam peringatan hari buruh internasional pada tanggal 1 Mei 2016 nanti, Gerakan Buruh Indonesia akan mendeklarasikan Organisasi Massa, atau Ormas. Tidak hanya buruh, tetapi berbagai element lain juga menyatakan akan bergabung. Ini semacam langkah konkret, untuk berkiprah lebih luas bagi kepentingan rakyat.

Presiden FSPMI Said Iqbal sedang menyampaikan pandangan dalam Konsolidasi Nasional. (Kascey)

Presiden FSPMI Said Iqbal sedang menyampaikan pandangan dalam Konsolidasi Nasional. (Kascey)

“Tiga isu utama yang akan kita angkat dalam May Day. Cabut PP 78/2015 dan tolak upah murah, stop kriminalisasi, dan deklarasi ormas,” tegas Iqbal.

Lebih lanjut, pria yang juga menjadi Presiden KSPI ini mengatakan, “Tugas kita adalah untuk mewujudkan Indonesia kita, bukan hanya Indonesia kamu.”

Siapa kamu? Itu adalah cara kita untuk mengidentifikasi mereka yang tidak ramah terhadap gerakan rakyat. Pejabat yang tidak memiliki hati dan gemar mencabuti subsidi. Orang-orang yang tega menari diatas penderitaan orang lain serta mementingkan kelompoknya sendiri. Pengusaha hitam yang menindas buruh. Termasuk mereka yang merampas tanah rakyat.

Jadi, mari bersiap merayakan may day.

“Itu adalah hari raya kita,” kata Iqbal. (*)

 

Facebook Comments

Comments are closed.