Respon Cepat Relawan Jamkeswatch, Dalam Mendampingi Pasien

Bogor, KPonline – Sudah 2 bulan terakhir ini, Suhartanto hanya bisa berbaring dan tertidur di kamar kontrakannya yang sempit. Karena penyakit paru-paru yang dideritanya kurang lebih 7 (tujuh) bulan ini semakin memburuk.

Suhartanto lemah tak berdaya diatas pembaringannya. Bahkan untuk berdiri pun Suhartanto sudah tidak kuat melakukannya.

Buruh yang sudah mengabdi selama tujuh tahun lebih di salah satu perusahaan di wilayah Cileungsi ini tak bisa berobat, karena BPJS Kesehatannya diputus preminya oleh pihak pengusaha.

Melihat kondisi sang suami yang semakin memprihatinkan, akhirnya istri dari Suhartanto, meminta bantuan kepada Relawan Jamkeswatch Bogor, agar suaminya bisa berobat dengan kondisi jaminan yang bermasalah.

Kokom Komariah, salah seorang Relawan Jamkeswatch Bogor yang mendapatkan laporan tersebut, langsung bergerak cepat berkoordinasi dan segera menuju rumah Suhartanto. Kokom melakukan komunikasi dengan salah satu rumah sakit agar pasien segera mendapatkan tindakan.

Suhartanto lalu dibawa ke Rumah Sakit Thamrin Cileungsi pada Jumat (26/7/2019) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan jasa mobil angkutan berbasis online.

Terkait jaminan BPJS Kesehatan milik Suhartanto yang bermasalah, Kokom segera menghubungi Ketua PUK tempat dimana pasien bekerja, agar bisa membantu mengurus BPJS Kesehatan pasien ke pihak pengusaha. Dan hari itu juga, tercapai kata sepakat antara Relawan Jamkeswatch dan Pengurus PUK tempat kerja pasien untuk bersama-sama menyelesaikan kasus ini.

Alhasil setelah 2 kali pihak pengurus PUK bertemu dengan pihak Management perusahaan dan menyampaikan apa yang terjadi. Akhirnya pihak pengusaha siap untuk membayarkan premi pasien pada Rabu 24 Juli 2019.

Dan akhirnya, BPJS Kesehatan pasien Suhartanto kembali aktif dan semua biaya perawatan bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Awalnya saya takut membawa suami ke rumah sakit, karena bingung dan tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa. Sementara BPJS Kesehatan milik suami saya sedang bermasalah. Namun setelah bertemu dengan Relawan Jamkeswatch Bogor, yang selalu siap sedia dalam membantu, akhirnya saya putuskan untuk membawa suami ke rumah sakit. Dan saya ucapkan terima kasih banyak kepada Relawan Jamkeswatch Bogor, khususnya Mbak Kokom, serta pengurus serikat yang telah membantu suami saya sampai selesai,” ungkap istri pasien Suhartanto saat ditemui awak Media Perdjoeangan Bogor.

Ditemui pada kesempatan yang berbeda, Aden Arta Jaya selaku Ketua DPD Jamkeswatch Bogor menyampaikan bahwa, masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha dalam memberikan hak-hak pekerjanya termasuk jaminan kesehatan.

“Hal ini tidak lepas dari lemahnya pengawasan dan sanksi yang ada belum berjalan dengan baik,” jelas Aden.

Dia berharap kedepan pengawasan dan sanksi yang sudah jelas dalam undang-undang dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. (Arief/RDW)