Raga Telah Tiada, Perjuangan Tetap Menyala: Setahun Mengenang Kepergian Akhmad Jumali, S.H., M.H.

Raga Telah Tiada, Perjuangan Tetap Menyala: Setahun Mengenang Kepergian Akhmad Jumali, S.H., M.H.

Tangerang, KPonline – Setahun telah berlalu sejak kepergian Akhmad Jumali, S.H., M.H. Namun, semangat, dedikasi, dan jejak perjuangannya dalam membela kepentingan kaum buruh tetap hidup di hati keluarga besar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tangerang Raya.

Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa almarhum, keluarga besar FSPMI Tangerang Raya menggelar peringatan satu tahun wafatnya Akhmad Jumali pada Kamis (5/11/2026). Kegiatan berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) FSPMI Tangerang Raya, Jalan Aria Wangsakara No. 21, Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bacaan Lainnya

Peringatan tersebut dihadiri keluarga besar almarhum serta keluarga besar FSPMI Tangerang Raya, mulai dari jajaran pengurus Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Anggota (PC SPA) FSPMI hingga pengurus dan anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPA FSPMI dari berbagai perusahaan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa sosok almarhum memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan dan sejarah perjuangan organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Sekretaris Umum Konsulat Cabang (KC) FSPMI Tangerang Raya, Candra Eko Wahyudi, S.H. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa peringatan satu tahun kepergian Akhmad Jumali bukan sekadar kegiatan mengenang seseorang yang telah berpulang, tetapi juga menjadi momentum untuk meneruskan cita-cita dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskannya.

“Kita hadir di sini untuk mengenang beliau yang telah wafat dalam perjuangan. Dengan mengenang dan meneladani perjuangan beliau, kita harus tetap mewujudkan apa yang menjadi cita-cita beliau. Kita juga mengirimkan doa terbaik untuk beliau yang telah wafat di jalan perjuangan,” ujar Candra.

Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan seorang aktivis buruh tidak hanya diukur dari kehadirannya secara fisik di tengah organisasi, tetapi juga dari nilai-nilai, keteladanan, dan semangat perjuangan yang terus hidup meskipun dirinya telah tiada.

Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Presiden DPP FSPMI, Riden Hatam Aziz, S.H., yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri FSPMI di Tangerang Raya serta anggota Council kawasan Asia Pasifik di bawah naungan International Trade Union Confederation (ITUC).

Dalam kesempatan tersebut, Riden menyampaikan bahwa peringatan satu tahun wafatnya Akhmad Jumali menjadi momentum penting bagi keluarga besar FSPMI Tangerang Raya untuk kembali mempererat silaturahmi, mengenang perjalanan perjuangan almarhum, sekaligus memanjatkan doa terbaik.

“Hari ini keluarga besar FSPMI Tangerang Raya berkumpul untuk mengenang dan mengirimkan doa terbaik bagi Bung Jumali. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkap Riden.

Lebih lanjut, Riden mengaitkan momentum tersebut dengan perjuangan kaum buruh yang saat ini tengah mengawal kebijakan pengupahan tahun 2027. Ia mengajak seluruh anggota FSPMI untuk terus menjaga semangat, solidaritas, dan konsistensi dalam memperjuangkan upah layak serta kesejahteraan pekerja.

“Selamat berjuang untuk upah 2027. Semoga dengan undang-undang yang baru saja rampung, perjuangan pengupahan ke depan dapat lebih mudah. Meskipun kenaikan upah 2027 masih menggunakan formula kenaikan upah yang sama seperti tahun 2026, perjuangan harus tetap kita jalankan,” tambahnya.

Peringatan satu tahun ini menjadi momentum yang sarat makna. Di satu sisi, keluarga besar FSPMI mengenang dan menghormati sosok yang telah memberikan pengabdian bagi organisasi. Di sisi lain, momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kaum buruh tidak boleh berhenti, melainkan harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Setahun telah berlalu sejak Akhmad Jumali berpulang. Namun, bagi keluarga besar FSPMI Tangerang Raya, kepergiannya bukanlah akhir dari perjuangan yang pernah ia kobarkan.

Raga boleh tiada, tetapi semangat dan nilai perjuangannya harus tetap menyala. Sebab, perjuangan kaum buruh adalah perjalanan panjang yang membutuhkan keberanian, pengorbanan, solidaritas, serta komitmen untuk terus memperjuangkan kehidupan pekerja yang lebih baik.

Selamat jalan, Bung Jumali. Jejak pengabdianmu akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjuangan FSPMI Tangerang Raya.

Pos terkait