Dari Kaum Buruh untuk Pemerintahan Prabowo, FSPMI Jadwalkan Deklarasi Dukungan

Dari Kaum Buruh untuk Pemerintahan Prabowo, FSPMI Jadwalkan Deklarasi Dukungan

Jakarta, KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menginstruksikan anggotanya untuk mengikuti kegiatan Deklarasi Dukungan terhadap Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, mulai pukul 07.00 WIB di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta.

Instruksi tersebut ditujukan kepada anggota FSPMI dan Garda Metal sebagai bagian dari agenda organisasi untuk menyampaikan deklarasi dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Melalui seruan bertajuk #JagaPresidenPrabowo, FSPMI mengajak seluruh anggota untuk hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat kebersamaan serta tetap menjaga ketertiban.

Dalam kegiatan tersebut, anggota FSPMI dan Garda Metal diinstruksikan mengenakan seragam/atribut organisasi, yakni kemeja putih biru. Keseragaman ini diharapkan menjadi identitas sekaligus menunjukkan kekompakan anggota dalam kegiatan tersebut.

Presiden FSPMI, Suparno, S.H. mengatakan FSPMI mendukung penuh pemerintahan Prabowo Subianto, “Kita dukung penuh pemerintahan Prabowo demi kesejahteraan buruh dan rakyat Indonesia,” katanya

Pemilihan Tugu Proklamasi sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Tempat bersejarah yang menjadi simbol lahirnya kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi titik berkumpulnya anggota FSPMI untuk menyampaikan deklarasi organisasi.

Bagi FSPMI, keterlibatan kaum buruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan bagian dari dinamika perjuangan organisasi. Dukungan terhadap pemerintahan juga menjadi momentum untuk menyampaikan harapan agar kebijakan negara benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya kaum pekerja.

Di tengah berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari upah, kepastian kerja, perlindungan tenaga kerja, hingga kesejahteraan buruh, kaum pekerja tentu berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu menghadirkan kebijakan yang memberikan perubahan nyata.

Dengan demikian, deklarasi yang dijadwalkan pada 7 November 2026 ini tidak hanya menjadi agenda berkumpulnya anggota, tetapi juga menjadi momentum bagi kaum buruh untuk menunjukkan eksistensi dan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.