Morowali, KPonline – PUK SPLP FSPMI PT Tsingshan Steel Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kenyamanan, keamanan, dan fasilitas transportasi bagi pekerja. Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan persuasif bersama manajemen dan Divisi Kendaraan PT TSI pada Sabtu, 19 September 2026.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 09.40 WITA di Departemen Iron Making (IM) Lantai 4, Ruang Meeting Management Iron Making (IM). Pertemuan menjadi ruang dialog untuk membahas sejumlah kendala pelayanan transportasi yang selama ini dirasakan pekerja, khususnya berkaitan dengan proses penjemputan, keterbatasan armada, hingga kondisi kendaraan yang mengalami kelebihan kapasitas pada jalur tertentu.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Supervisor Divisi Kendaraan dari pihak China beserta penerjemah/juru bicara, Management Iron Making (IM) Salman, Pengawas Divisi Kendaraan Awal, Penanggung Jawab Divisi Kendaraan Firman, Ketua PUK SPLP FSPMI PT TSI Aprianto, serta anggota PUK SPLP FSPMI PT TSI Fauzan.
Dalam dialog tersebut, pihak perusahaan dan Divisi Kendaraan menyampaikan sejumlah langkah perbaikan yang diharapkan dapat menjawab persoalan transportasi pekerja. Ada tiga Poin Solusi untuk Transportasi Pekerja.
Pertama, pekerja yang terlambat tetap akan dijemput. Pekerja yang mengalami keterlambatan dalam proses penjemputan tetap akan mendapatkan layanan penjemputan meskipun telah melewati jadwal sebelumnya, sepanjang masih berada dalam jam operasional kendaraan.
Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada pekerja sekaligus mengurangi kekhawatiran ketika terjadi keterlambatan dalam proses penjemputan.
Kedua, penambahan armada untuk jalur Bandara Lama dan Bandara Baru. Pihak perusahaan akan melakukan penambahan unit armada untuk melayani rute Bandara Lama dan Bandara Baru.
Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang serta kondisi overload yang selama ini terjadi akibat tingginya jumlah pekerja yang menggunakan fasilitas transportasi pada jalur tersebut.
Ketiga, bus baru mulai beroperasi. Sebagai bagian dari peningkatan pelayanan, armada bus baru dijadwalkan mulai dioperasikan pada Minggu, 20 September 2026.
Pengoperasian bus baru diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkutan sekaligus menunjang aspek kenyamanan dan keselamatan pekerja selama menggunakan fasilitas transportasi perusahaan.
PUK SPLP FSPMI PT TSI menyambut baik hasil pertemuan tersebut. Namun, hasil dialog tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kesepakatan di ruang meeting, melainkan benar-benar diwujudkan dalam pelayanan transportasi sehari-hari.
Penambahan armada, pengoperasian bus baru, serta kepastian penjemputan bagi pekerja yang terlambat selama masih dalam jam operasional diharapkan mampu meminimalkan berbagai persoalan yang selama ini muncul.
PUK SPLP FSPMI PT TSI juga menegaskan bahwa fasilitas transportasi yang disediakan perusahaan merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas pekerja. Karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan fungsi dan peruntukannya, dengan tetap mengedepankan keselamatan, kenyamanan, ketertiban, dan kepentingan seluruh pekerja.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan di tempat kerja dapat dicari jalan keluarnya melalui komunikasi, dialog, dan pendekatan persuasif antara serikat pekerja dan pihak perusahaan.
PUK SPLP FSPMI PT TSI akan terus mengawal pelaksanaan hasil pertemuan tersebut serta mendorong seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga agar fasilitas transportasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Dialog untuk solusi, solidaritas untuk perbaikan. Fasilitas pekerja harus memberikan manfaat, kenyamanan, dan keamanan bagi seluruh pekerja.” tegas Aprianto.
Penulis : Asriadi Yuadianto
Editor : Yanto