Semarang, KPonline – Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPAMK FSPMI) melakukan kunjungan kerja di PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia (SAMI), pada Selasa (28/04/2026).
Kunjungan tersebut disambut baik oleh manajemen PT SAMI serta Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPAMK FSPMI PT SAMI.
Dalam kunjungan kerja ini Ketua Umum PP SPAMK FSPMI Khairul Bakrie didampingi oleh jajaran kepengurusan pimpinan pusat beserta ketua Pimpinan Cabang (PC) SPAMK FSPMI Kab/ Kota Semarang.
Selain untuk menjalin tali kasih, Khaerul Bakrie mengatakan agenda kunjungan kerja untuk memperkenalkan jajaran kepengurusan pimpinan pusat yang baru.
“Hari ini memang hari yang luar biasa. Pada kesempatan ini saya sampaikan mengenai kegiatan pesta atau budaya demokrasi 5 tahun sekali yang ada di organisasi kami FSPMI, yakni Kongres dan Munas. Alhamdulillah, melalui forum tersebut, saya diamanahi sebagai ketua umum PP SPAMK FSPMI,” kata Bakrie.
“Agenda kunjungan kerja seperti yang kita lakukan hari ini, sudah menjadi budaya lama yang akan kita jaga. Kita akan paparkan struktural kita kepada management perusahaan dimana terdapat pengurus Pmpinan Pusat di dalamnya, serta memberikan pemahaman peran antara pekerja dan perusahaan,” katanya.
Bakrie memaparkan struktural kepengurusan saat ini diisi sebanyak 23 orang pengurus. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini sektor SPAMK FSPMI menaungi 9 wilayah di Indonesia termasuk Jawa Tengah. Dalam hal ini terdapat dua nama dari PUK SAMI TF yang masuk dalam jajaran kepengurusan yaitu Pratomo Hadinata dan Ika Sulistyowati.
Selain itu, ia juga menjelaskan peran penting serikat pekerja di dalam perusahaan yang jarang disoroti yakni menjaga keseimbangan.
“Mengenai hubungan industrial, kami mendukung dan ingin menciptakan hubungan industrial yang harmonis dinamis dan berkelanjutan. Serikat pekerja hadir di perusahaan bukan untuk menjadikan perusahaan tidak produktif,” ucap Bakrie.
“Akan tetapi, serikat pekerja hadir untuk menjaga keseimbangan. Bagaimana ketika terjadi produktivitas atau profit perusahaan yang sedang baik/tinggi, disitu pasti ada kontribusi kerja keras yang luar biasa dari para pekerja. Artinya, dimana ada kemajuan untuk perusahaan, disitu harus ada nilai lebih untuk kesejahteraan bagi para pekerja,” pungkasnya. (Ded)