Potret Buruh Mainan Di Tiongkok

  • Whatsapp

Tiongkok,KPonline – Michael Wolf, Seorang fotografer ternama mencoba bercerita melalui jepretan kameranya tentang nasib buruh mainan di Tiongkok. Seperti kita tahu barang-barang yang berasal dari negara ini memiliki harga yang jauh lebih miring daripada pabrikan negara lain. Makanya, industri di Tiongkok, terutama di sektor mainan anak-anak berkembang pesat di sana.

Namun, ada hal yang begitu menyesakkan dada dalam industri mainan anak ini. Dengan begitu banyak mainan yang diproduksi tiap tahunnya untuk dikirim ke hampir seluruh negara di dunia, otomatis keuntungan perusahaan juga akan semakin tinggi. Namun, sayangnya hal tersebut tidak memengaruhi nasib para pekerja di sektor industri mainan tersebut.

Beberapa fakta miris dari para buruh mainan anak-anak di Tiongkok ini berhasil diabadikan oleh Michael Wolf, dengan tajuk “The Real Toy Story”

 

Dengan tekanan kerja yang luar biasa, para buruh ini terpaksa tidur di pabrik akibat kerja long shift

 

Mereka juga dipaksa untuk makan makanan seadanya yang disediakan oleh pabrik. Bahkan, mereka tidak diperbolehkan untuk izin ke kamar mandi saat jam kerja
Laporan yang dirilis menyatakan bahwa para buruh pabrik Tiongkok ini tidak mendapatkan jaminan keselamatan kerja
Menurut laporan di tahun 2010, pendapatan rata-rata para buruh ini hanya sebesar Rp 2.250.000, itu pun sudah termasuk lembur
Di perusahaan sejenis ini, banyak yang mempekerjakan anak sekolah sebagai anak magang

 

Sebanyak 75% mainan di seluruh dunia berasal dari Tiongkok. Kurang lebih terdapat 8.000 pabrik mainan dengan total 3,5 juta buruh di dalamnya