Peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK FSPMI Juga Pelajari Teknik Negosiasi Efektif

Peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK FSPMI Juga Pelajari Teknik Negosiasi Efektif

Bogor, KPonline – Dengan tehnik penyampaian materi yang interaktif dan jenaka, Hendi Suhendi selaku Kepala Bidang PKB Pengurus Pusat SPAMK-FSPMI, berbicara didepan seluruh peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI yang diadakan di Grand Cempaka Resort, Cipayung, Bogor.

Komunikasi 2 (dua) arah yang terjadi di sesi materi Negosiasi, menjadi daya tarik yang tersendiri bagi para kaum pekerja muda yang mengikuti agenda kegiatan organisasi ini.

Pada dasarnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dibuat dengan motivasi yang menguntungkan semua pihak, baik pihak perusahaan maupun pihak karyawan.

Perusahaan membutuhkan komitmen karyawan untuk memberikan yang terbaik, dengan begitu perusahaan juga memberikan apa-apa yang menjadi hak karyawan. Sehingga sebenarnya perselisihan tersebut seharusnya dapat dihindari.

Pemahaman yang mendalam mengenai proses pembuatan PKB, mulai dari bagaimana mendesign PKB yang sesuai dengan ketentuan hukum, hingga kepiawaian dalam melakukan negosiasi.

Sehingga dengan demikian, proses pembuatan PKB tidak memakan waktu lama dan berlarut-larut sampai terjadi kebuntuan (dead lock) yang mengakibatkan tidak adanya kepastian hukum.

Semibar ini sangat bermanfaat bagi para pekerja muda yang baru saja terjun ke dunia perburuhan. Agenda kegiatan organisasi yang berlangsung 6-8 Desember 2018 ini, juga membahas tidak hanya dari sisi regulasi akan tetapi juga dibahas bagaimana teknik bernegosiasi dalam melakukan perundingan antara pihak Manajemen dan Serikat Pekerja. Dengan harapan para peserta mampu mengusai teknik negosiasi dalam perundingan perumusan dan pembuatan PKB.

Seminar ini banyak manfat yang dapat diambil, diantaranya yaitu, para pekerja muda dapat memahami tentang regulasi mengenai Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Selain itu, setiap peserta dapat memahami bagaimana melakukan negosiasi dalam perumusan dan pembuatan PKB yang efektif dan efisien.

Sehingga pada akhirnya, setiap peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI, mampu membuat PKB sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Disamping itu juga, diharapkan setiap peserta mampu menyelesaikan permasalahan dalam negosiasi, baik dalam perselisihan hak maupun kepentingan. (RDW)

Facebook Comments

Comments are closed.