Purwakarta, KPonline-Ratusan pekerja yang tergabung dalam Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) memadati area depan Kantor Sekretariat PUK di Kawasan Industri Kota Bukit Indah Purwakarta pada Jumat, 24 April 2026.
Pertemuan ini merupakan agenda Konsolidasi Akbar Plant 1 guna menyatukan visi dan kekuatan anggota di tengah momentum krusial organisasi.
Sekretaris PUK PT HMMI, Elvan, dalam sambutannya, memaparkan terkait kondisi terkini yang sedang diperjuangkan oleh jajaran pengurus. Ia menegaskan bahwa saat ini tim perunding PUK sedang berada dalam fase krusial.
“Saat ini, PUK sedang berfokus penuh dalam meeting perundingan Kenaikan Upah dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Konsolidasi ini penting agar pengurus mendapatkan dukungan moral penuh dari seluruh anggota di lapangan,” ujar Elvan.
Di kesempatan yang sama, Supriyadi Piyong, yang juga pengurus PUK, dan Ketua DPW FSPMI Jabar sekaligus Pangkornas Garda Metal, menyoroti pentingnya partisipasi anggota dalam setiap momentum gerakan buruh, khususnya menyambut hari buruh internasional (May Day).
Supriyadi pun menceritakan kilas balik atas keberhasilan gerakan tahun sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa pada May Day 2025, isu Tolak Impor Truk yang disuarakan secara masif berhasil membuahkan hasil nyata. Kebijakan tersebut terbukti mampu membangkitkan kembali geliat produksi truk di internal PT HMMI, yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan dan keberlangsungan kerja anggota.
Selanjutnya, menyongsong May Day 2026 yang tinggal menghitung hari, Supriyadi menekankan bahwa tantangan baru telah menanti. Fokus utama perjuangan tahun ini adalah menuntut Pengesahan UU Ketenagakerjaan baru pasca putusan MK 168/2024 yang lebih berpihak pada kaum buruh.
Berikut Poin Utama Instruksi Organisasi:
•Target Massa: Dari total 1.500 anggota, diharapkan partisipasi maksimal.
•Mobilisasi: PUK menargetkan keberangkatan minimal 10 armada bus untuk mengepung ibu kota atau titik aksi yang ditentukan.
•Tuntutan Utama: Segera sahkan UU Ketenagakerjaan yang adil.
“Kita sudah membuktikan bahwa suara kita didengar pada 2025 lalu dengan bangkitnya produksi Hino. Tahun ini, dengan kekuatan 1.500 anggota, kita harus lebih solid. Saya minta komitmennya, minimal 10 bus harus kita penuhi untuk mengawal tuntutan UU Ketenagakerjaan di May Day 2026 nanti!” tegas Supriyadi menutup konsolidasi.