Pelantikan Anggota Garda Metal FSPMI Jawa Tengah: 82 Peserta Resmi Menjadi Anggota Garda Metal

Pelantikan Anggota Garda Metal FSPMI Jawa Tengah: 82 Peserta Resmi Menjadi Anggota Garda Metal

Jepara, KPonline – Sebanyak 82 peserta resmi dilantik sebagai anggota Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Peserta dilantik secara resmi dalam upacara penutupan dan dinyatakan lulus dalam menyelesaikan seluruh rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Garda Metal FSPMI Jawa Tengah Ke-V yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026 di wisata Kali Ndayung, Batealit Jepara.

Pelantikan yang dilaksanakan pada hari terakhir pelatihan, dilakukan secara langsung oleh Aulia Hakim Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Tengah.

Prosesi tersebut menjadi penanda resmi bergabungnya 82 peserta sebagai anggota Garda Metal, pilar organisasi yang memiliki peran strategis dalam setiap agenda perjuangan FSPMI.

Melalui pelantikan ini, anggota baru diharapkan mampu menjadi kader pejuang buruh yang memiliki militansi tinggi, disiplin organisasi, serta siap menjalankan setiap instruksi perjuangan yang diputuskan organisasi.

Menurut informasi, Garda Metal menjadi barisan terdepan FSPMI yang berperan dalam mengawal aksi-aksi massa di jalanan, serta bertugas menjaga berbagai kegiatan organisasi. Kehadiran Garda Metal menjadi bagian penting dalam lingkup memastikan setiap agenda perjuangan buruh dapat berjalan dengan tertib, aman, dan terorganisir.

Aulia Hakim mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat suksesnya penyelenggaraan Latsar Garda Metal FSPMI Jawa Tengah Ke-V.

Aulia mengingatkan jika menjadi Garda Metal merupakan kader pilihan yang memiliki kapasitas dan militansi tinggi daripada anggota biasa. Selain itu, menjadi anggota Garda Metal memiliki kewajiban untuk menjaga dan melaksanakan instruksi-instruksi organisasi FSPMI.

“Menjadi Garda Metal adalah kader pilihan, kalian dalam aksi di jalanan pasti akan selalu mendapat support oleh anggota, karena kalian berada ditingkatan yang lebih tinggi dari anggota biasa,” ucapnya.

“Garda Metal adalah penjaga instruksi. Instruksi turun untuk dijalankan, bukan untuk didiskusikan. Jangan lagi ada istilah rapat ketika instruksi sudah diturunkan, karena instruksi adalah urat nadi organisasi di FSPMI,” ucapnya.

Selanjutnya, tentang batasan, ia menegaskan sebagai anggota Garda Metal untuk tidak terlibat terhadap konflik yang ada di tingkatan organisasi.

“Kawan-kawan sebagai anggota Garda Metal adalah penjaga marwah FSPMI, menjadi anggota Garda Metal tidak dibenarkan ikut campur masuk ke dalam konflik yang bisa terjadi baik dii tingkatan puk maupun tingkatan lain di organisasi FSPMI,” tegasnya

Dalam kesempatannya, ia mengucapkan selamat kepada anggota Garda Metal yang hari ini dilantik dan mampu menerapkan materi pelatihan di tingkatan organisasi sehingga mampu menjadi momentum kebangkitan perjuangan FSPMI Jawa Tengah.

“Selamat bergabung di anggota Garda Metal khususnya di Jawa Tengah, jaga amanah dan jaga sikap untuk tidak menyombongkan diri. Setelah ini, tanamkan dalam diri kalian materi pelatihan yang disampaikan. Sehingga mampu menjadi awal momentum kebangkitan perjuangan FSPMI Jawa Tengah,” pungkasnya. (Ded)