Obama Dukung Israel Serang Gaza & Kirim Rp 2,6 triliun Untuk Israel

  • Whatsapp
Obama dan yahudi ( image : google)

Dukungan Amerika Serikat ke Israel atas serangan membabi buta Israel ke Gaza memicu protes. Ribuan demonstran turun ke jalan dan mengepung kantor presiden atau Gedung Putih di Washington DC.

Para demonstran, termasuk sejumlah anak-anak tentara AS, yang memadati jalan sekitar Gedung Putih menyuarakan kecaman mereka atas langkah pemerintahan Barack Obama.

Bacaan Lainnya

“Hentikan bantuan Amerika ke Israel,” teriak demonstran. “Israel harus keluar dari Palestina,” kata yang lainnya,” seperti dimuat Global Post, Minggu (3/8/2014).

Beberapa demonstran terlihat mengenakan jubah berwarna putih, hijau, hitam, dan merah sebagai simbol warna untuk bendera Palestina. Ada juga yang tidur beramai-ramai di jalan untuk mendeskripsikan para korban jiwa di Gaza.

“Gaza tidak akan hancur, tidak akan hancur,” kata Amar Jamal, seorang pemrotes yang datang bersama istri dan anaknya.

Dukungan Untuk Palestina di depan gedung putih ( image : google)
Dukungan Untuk Palestina di depan gedung putih ( image : google)

“Kita harus menciptakan perdamaian, jika tidak, pertumpahan darah akan terus terjadi. Seluruh kawasan Timur Tengah bisa darurat jika konflik ini tak dihentikan,” imbuh pria berusia 70 tahun yang lahir di Palestina itu.

Demonstran lainnya mengecam langkah yang diputuskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang enggan menghentikan serangan dan bahkan malah menegaskan akan mengeluarkan segenap senjata untuk menggempur Gaza.

Dalam satu spanduk yang dibentangkan pemrotes, dituliskan bahwa “Netanyahu dan Hitler sama. Perbedaannya hanya pada nama.”

Shereen Abdel-Nabi yang bersama putranya mengenakan kaos bertuliskan “Jesus ada untuk Palestina” juga menyuarakan kecaman atas tindakan Israel. Dia menekankan bahwa ini bukan sengketa agama.

“Ini adalah isu kemanusiaan. Pemerintah Amerika berada di jalan yang tak tepat (dengan mendukung Israel,” ujar Shereen.

Kongres Amerika Serikat baru saja menyetujui US$ 225 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk membantu sistem pertahanan Iron Dome atau anti-rudal milik Israel. Iron Dome ditujukan untuk menghancurkan rudal yang ditembakkan Hamas sebelum bisa mencapai target.

Presiden Barack Obama sebelumnya juga mendeklarasikan dukungannya atas agresi militer yang dilancarkan Israel ke Gaza, Palestina. Menurut dia, langkah itu perlu dilakukan Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket Hamas Palestina.

“Kami mendukung upaya militer mereka (Israel) untuk memastikan roket dari Hamas tidak meluncur,” ujar Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, 19 Juli lalu.

Bekingan Amerika Serang Gaza

Entah harus berapa lagi jumlah korban jiwa di Tanah Gaza sejak Israel melancarkan agresi militer “Protective Edge Operation” sejak 8 Juli 2014. Alih-alih menghentikan, Israel menegaskan akan tetap melancarkan serangan hingga keamanan negara mereka tercapai dengan sempurna. Hingga kini korban jiwa mencapai lebih dari 1.700 orang di Gaza, Sementara di pihak Israel, sebanyak 63 tentara dan 3 warga sipil telah tewas.

“Israel akan melakukan apa pun harus dilakukan untuk melindungi rakyat. Kelompok itu akan membayar mahal serangan terhadap Israel,” ujar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seperti dimuat BBC, Minggu 3 Agustus 2014.

Pernyataan itu dilontarkan setelah Israel dipastikan kembali menerima kucuran dana fantastis senilai US$ 225 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk membantu sistem pertahanan Iron Dome atau anti-rudal untuk menghalau roket dari Hamas.

Sama seperti dalih yang dilontarkan Israel, Amerika Serikat menilai bekingan itu diperlukan untuk menjamin keselamatan warga Israel.

“Kita tidak bisa menunggu sebulan atau 5 minggu lagi dengan tidak bertindak membantu Israel mengisi pasokan rudal Iron Dome,” kata Senator dari Arizona, John McCain, yang dilansir CNN.

Menurut Presiden Barack Obama, keputusan ini merupakan langkah konkret Amerika Serikat untuk melindungi Israel. Dia juga meminta Hamas yang dikabarkan menculik tentara Israel untuk membebaskannya.

“(Bantuan) Ini untuk menjamin agar Israel tetap bisa melindungi warga negaranya,” ujar Obama, seperti dilaporkan USA Today. Namun Presiden ke-44 AS itu sebelumnya menekankan untuk memperhatikan jatuhnya warga sipil yang menjadi korban jiwa.

Dua hari sebelum dukungan itu diteken, atau 31 Juli 2014, Israel menambah 16 ribu tentaranya untuk menyerang Gaza. Selain menambahkan pasukan, negeri zionis juga menambah cadangan persenjataan militer yang dibantu Amerika Serikat. Negeri Paman Sam mengonfirmasi pihaknya telah menyetujui penjualan senjata untuk Israel.

“Amerika Serikat berkomitmen untuk keamanan negara Israel, dan ini menjadi bagian penting bagi Amerika Serikat untuk membantu Israel dalam mengembangkan pertahanan militer,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, John Kirby. “Penjualan senjata ini sejalan dengan misi-misi tersebut,” imbuh dia.

Senjata dan amunisi senilai US$ 1 miliar milik Amerika Serikat disimpan di Israel selama beberapa tahun untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi darurat pada Negeri Zionis.

Dalam lansiran ABC, Amerika Serikat telah memberikan sejumlah amunisi untuk tank tempur dan peluncur granat dalam beberapa pekan terakhir, di mana Israel tengah menyerang Gaza.

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) John Kirby, persenjataan itu sudah disiapkan beberapa tahun sebelumnya. Sebelum agresi militer Israel di Gaza dilancarkan. “Kedua jenis amunisi telah kami stok beberapa tahun terakhir sebelum krisis (di Gaza),” kata Kirby.

– See more at:

http://news.liputan6.com/read/2085955/bekingan-amerika-serang-gaza#sthash.vMw677VT.dpuf
-http://news.liputan6.com/read/2085926/as-dukung-israel-serang-gaza-gedung-putih-digeruduk-demonstran

Pos terkait