
Jember, KPonline – Tak dapat di pungkiri, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hingga saat ini masih menjadi tempat perjuangan dan harapan bagi para pekerja yang menghadapi persoalan di lingkungan kerja. Hal tersebut disampaikan Mujib, salah satu anggota FSPMI, saat membagikan pengalaman perjuangannya bersama serikat pekerja dalam acara tasyakuran kantor sekretariat baru Konsulat Cabang FSPMI Jember, yang berlangsung hari ini Kamis (14/5/2026).
Dalam penyampaiannya, Abdul Mujib mengajak seluruh anggota untuk menjaga marwah organisasi dengan terus memperbaiki diri dan memperkuat solidaritas antar anggota.
“Buat marwah FSPMI yang baik, perbaiki diri kita sendiri. Ketika hati sudah bergerak, maka semuanya akan ikut,” ujar Mujib di hadapan para anggota yang hadir.
Mujib merupakan salah satu anggota, yang pernah mengalami persoalan ketenagakerjaan saat kondisi kesehatannya menurun. Pada waktu itu, ia sempat diminta berhenti bekerja oleh oknum supervisor karena sakit yang di deritanya.
Namun setelah meminta pendampingan kepada FSPMI, perjuangan bersama akhirnya membuahkan hasil. Mujib dapat kembali bekerja dengan kondisi sehat setelah sebelumnya menjalani masa istirahat dan pemulihan selama 1,5 tahun.
Ia mengaku perjuangan tersebut menjadi pengalaman berharga yang membuktikan pentingnya keberadaan serikat pekerja dalam melindungi hak dan keberlangsungan kerja para buruh.
Menurut Mujib, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi juga pada rasa persaudaraan, kepedulian, dan kekompakan antar pekerja.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk tetap optimis dalam menjalankan perjuangan dan pergerakan organisasi demi kesejahteraan pekerja.
“Tetap optimis dalam perjuangan dan pergerakan. Karena perjuangan tidak akan pernah berhasil tanpa kebersamaan dan solidaritas,” tegasnya.
Penyampaian Mujib mendapat apresiasi dari para anggota yang hadir dan menjadi motivasi bagi pekerja lain untuk terus memperjuangkan hak-haknya bersama serikat pekerja.


