Menjaga Marwah Lima Sikap, Garda Metal Ditegaskan Harus Memiliki Tanggung Jawab Lebih

Menjaga Marwah Lima Sikap, Garda Metal Ditegaskan Harus Memiliki Tanggung Jawab Lebih

Semarang, KPonline — Menjadi Garda Metal bukan sekadar mengenakan atribut atau menjadi bagian dari barisan ketika aksi. Di balik identitas tersebut terdapat tanggung jawab untuk menjaga soliditas, solidaritas, kesadaran, serta nilai-nilai perjuangan organisasi.

Pesan tersebut mengemuka dalam Konsolidasi Akbar Garda Metal FSPMI Jawa Tengah yang digelar di Aula Koperasi Buruh Jawa Tengah Sejahtera, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang diikuti Garda Metal dari berbagai daerah di Jawa Tengah tersebut menjadi momentum untuk kembali menyegarkan pemahaman mengenai posisi dan tanggung jawab Garda Metal sebagai salah satu pilar dalam perjuangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Garda Metal tidak ditempatkan sebagai kelompok yang memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan anggota lainnya. Namun, ketika seseorang telah disematkan identitas sebagai Garda Metal, maka terdapat tuntutan untuk memiliki tanggung jawab dan kesadaran yang lebih besar.

Seorang Garda Metal dituntut untuk mampu menjadi contoh dalam hal soliditas, solidaritas, kedisiplinan, kepedulian dan kemanusiaan. Identitas tersebut harus tercermin dalam sikap dan tindakan, bukan hanya ketika berada di tengah aksi.

Hal tersebut turut ditegaskan Luqmanul Hakim yang hadir mewakili Konsulat Cabang (KC) FSPMI Semarang Raya. Luqman mengingatkan bahwa Garda Metal merupakan salah satu pilar yang menopang rumah besar FSPMI. Karena itu, keberadaan Garda Metal harus sejalan dengan arah dan tujuan perjuangan organisasi.

Menurutnya, setiap perjuangan organisasi juga harus dilakukan dengan konsep dan kajian yang jelas. Komunikasi dan lobi kepada pemangku kebijakan menjadi bagian dari proses sebelum organisasi mengambil keputusan untuk melakukan aksi.

Namun ketika upaya tersebut tidak menghasilkan perubahan, aksi menjadi salah satu jalan perjuangan yang harus dijalankan berdasarkan keputusan organisasi.

“Kita adalah organisasi satu komando, organisasi yang tahu tentang maksud dan tujuan kita melakukan aksi,” ujar Luqmanul.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menjadi Garda Metal berarti membawa tanggung jawab yang lebih besar.

“Ketika kawan-kawan sudah dinyatakan sebagai Garda Metal, muncul tuntutan dan tanggung jawab. Harus layak menjadi anggota yang lebih daripada anggota biasa,” tegasnya.

Karena itu, lima sikap Garda Metal yang menjadi bagian penting dari identitas tersebut harus terus dijaga dan dibawa dalam setiap perjuangan.

“Lima sikap kita jaga, lima sikap kita bawa,” kata Luqmanul.

Lima sikap tersebut tidak boleh hanya menjadi materi yang diingat ketika mengikuti pelatihan. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut harus menjadi karakter yang melekat pada setiap Garda Metal dalam menjalankan tugas organisasi maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Ain)