Di Rakernas KSBSI, Dartha Pakpahan Sebut Perjuangan Kesejahteraan Buruh Dinilai Tak Pernah Selesai

Di Rakernas KSBSI, Dartha Pakpahan Sebut Perjuangan Kesejahteraan Buruh Dinilai Tak Pernah Selesai

Jakarta, KPonline-Menyusun program kerja organisasi dalam satu tahun ke depan. Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta, Rabu (23/9)

“Hari ini kita berkumpul untuk merancang rencana kerja kita (KSBSI) satu tahun kedepan. Apa akan kita kerjakan karena kita tahu saat ini kita sedang dalam masa-masa krusial,” ujar Ketua Umum KSBSI Johannes Dartha Pakpahan.

Lebih lanjut, Dartha mengungkapkan, ada pembetukan UU Ketenagakerjaan. Ada pembaharuan dan pembentukan Undang-undang sistem jaminan sosial yang baru juga.

Ia juga menyoroti perkembangan hasil Konvensi ILO 193 mengenai pekerja platform yang saat ini menjadi bagian dari pembahasan ketenagakerjaan.

“Ada juga hasil dari konvensi ILO 193 tentang Pekerja platform yang saat ini juga saat ini sedang kita bahas dan hal hal lain menyangkut hal itu,” katanya.

Ketua Umum KSBSI tersebut pun menegaskan bahwa kesejahteraan buruh tidak semata-mata dapat diukur dari besaran upah. Karena, menurut Dartha bahwa kesejahteraan juga berkaitan erat dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar, memperoleh layanan kesehatan, serta mendapatkan perlindungan ketika menghadapi risiko kerja.

Ia mencontohkan, seorang pekerja disebut sejahtera ketika mampu memenuhi kebutuhan makan, mendapatkan pengobatan ketika sakit, serta tidak kehilangan pendapatan secara drastis ketika mengalami kecelakaan kerja karena terlindungi oleh sistem jaminan sosial.

“Kalau dia sakit, dia bisa berobat. Kalau dia kecelakaan kerja, dia tidak takut kehilangan pendapatan karena ada jaminan sosial. Itulah kesejahteraan yang harus kita kawal,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan serikat buruh yang telah berlangsung selama puluhan tahun belum berakhir.

“Ternyata sejak dimulai oleh Mukhtar Pakpahan (ayahnya) tahun 1992 sampai hari ini pekerjaan kita belum selesai. Dan tidak akan pernah selesai. Karena perjuangan serikat buruh adalah untuk kesejahteraan buruh,” tegasnya.

Dalam Rakernas, para peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian rakernas selama empat hari tiga malam. Ketua Umum KSBSI itu pun berharap di rakernas ini dapat menghasilkan program kerja yang konkret dan relevan dengan kebutuhan buruh Indonesia.

“Disitulah kita berdebat, disitulah kita berargumen, disitulah kita merancang program kita untuk kebaikan buruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai unsur serikat pekerja/organisasi buruh yang hadir dalam Rakernas, termasuk Wamenaker RI Afriansyah Noor, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta sejumlah tokoh dan aktivis gerakan buruh.

Dan secara khusus, Dartha Pakpahan memberikan penghormatan kepada Abdul Hakim, yang disebut sebagai salah satu tokoh yang turut menyertai perjalanan perjuangan gerakan buruh selama lebih dari tiga dekade dan kini berada di lembaga ILO.

Dartha berharap Rakernas dapat menjadi momentum untuk memperkuat langkah organisasi dalam mengawal kebijakan ketenagakerjaan dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja Indonesia.

“Semoga kita menghasilkan program yang baik dan program yang bagus untuk kebaikan buruh Indonesia,” pungkasnya.