Melihat Dari Dekat Meriahnya Kampanye Akbar Pasangan Obon- Bambang

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Sepanjang sejarah Pilkada Kabupaten Bekasi, baru kali ini kampanye dihadiri lebih 20.000 simpatisan yang tergabung dalam relawan Obon-Bambang dari berbagai kalangan, seperti buruh, petani, nelayan, pedagang, komunitas musik, komunitas motor dan anak-anak muda Kabupaten Bekasi.

Mereka datang dengan penuh keikhlasan, dengan modal sendiri. Baik untuk bensin, makan, dan minum. Mereka patungan untuk membuat bendera, banner, kaos warna orange, membuat grup drum band, dan odong-odong. Nahkan beberapa relawan ada yang mengecat tubuhnya dengan warna orange dan memotong rambutnya dengan simbol angka 3. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Bacaan Lainnya

Kerja keras para relawan dan panitia dari mulai persiapan, membuat kartu parkir, mengatur lalu lintas, mengatur acara dan membersihkan kembali lapangan disekitar area kampanye. Semua lelah ini terbayar dengan di penuhinya lapangan Iregas-Serang baru yang berubah warna menjadi Orange, Minggu (15/1/2017).

Kampanye akbar, atau Bang Obon lebih senang menyebut sebagai silaturahmi akbar ini di awali dengan pertunjukan sulap pada pukul 9.45. Dilanjutkan dengan musik pembuka dari Band Betawi Bekasi.

Ada pantun yang menarik dari Band ini: ”Bangkir beli paku, pulangnya lewat kebon. Kalo Bekasi pengen maju, jangan lupa pilih bang Obon.” Setelah pantun ini dibacakan, disambut dengan tepuk tangan dan ketawa para simpatisan. Kontan saja aksi Band Betawi Bekasi ini membuat para simpatisan bergerak mendekati panggung. Hmmm…, strategi jitu panitia untuk memunculkan daya Tarik.

Acara ini baru dimulai setelah istirahat, sholat Dhuhur dan makan siang masing-masing.Tepat pukul 12.50, Diretur Obon Tabroni Center (OTC) Amir Machfouzh memberikan sambutan. Dia menyampaikan dengan penuh semangat.

Kata siapa pasangan Obon-Bambang tidak punya dana kampanye Besar? Dana kita ada dalam politik partisifatif, politik gerakan rakyat yang tidak dipunyai paslon lain. Dari KTP yang berhasil kita kumpulkan, ada banyak harapan yang harus direalisasikan dan Insya Allah ketika pasangan Obon-Bambang memenangkan kontestasi pilkada Kab.Bekasi 2017, siapa pun yang sakit, apapun penyakitnya ketika itu ber-KTP Kabupaten Bekasi maka harus dilayani.

Pelayanan publik seperti pembuatan KTP, KK, Akte, dan lainilain harus satu hari langsung jadi. Selain itu, pengangguran dari 6000 industri yang ada di Kabupaten Bekasi harus bisa menyerap tenaga kerja dari orang-orang yang ber-KTP Kabupaten Bekasi, serta Pemda harus punya ruang tata usaha untuk masyarakat golongan menengah kebawah.

“Ayo untuk merealisasikan itu semua kita harus kerja keras, kita kawal kotak suara nanti pada tanggal 15 Februari 2017,” kata Amir berapi-api.

Sambutan kedua disampaikan calon wakil Bupati dari pasangan independen, Bambang Sumaryono. Pukul 13.55 WIB. Dia hadir tepat waktu sesuai jadwal dari panitia yaitu pada pukul 11.00 WIB. Di awali dengan mengabsen para relawan dari 23 kecamatan yang disambut dengan respon bahagia dari para relawan yang hadir. Kemudian Bambang melanjutkan orasi perjuangannya.

Dia mengaku bahagia dan terharu melihat bekasi menjadi Orange pada hari Minggu, 15 Januari 2017. Kali ini Wakil dari Bang Obon ini menyinggung tentang  APBD Kabupaten Bekasi tahun 2016 yang mencapai 5,7 Triliyun. Meskipun begitu masih ada 400.000 warga Kabupaten Bekasi yang berada dibawah garis kemisikinan.

“Apa kalian masih nyaman? Senang dengan kondisi ini?” Tanya Bambang.

”Kalo jawabannya tidak, maka kita harus rubah,kita harus berjuang bersama!!” Jawab Calon Wakil Bupati Nomor 3 ini.

”Tiga puluh hari kedepan, tentukan Bupati kalian. Manfaatkan peluang ini. Jangan mau lagi dijadikan objek dan penonton di daerah sendiri. Tiap tahun pengangguran meningkat dan kemiskinan menurun. Ya…, menurun dari Kakek ke Bapak, Bapak ke Anak..!” Ungkapnya dengan nada bercanda tapi serius.

”Saya mendapat laporan, ada banyak relawan yang di intimidasi. Memangnya kenapa dengan Independen? Pengen tahu kenapa? Karena kepentingan mereka akan tergusur jika Calon Independen nomor 3 ini menjadi pemenangnya,” jawab Bambang.

Kemudian dia mengungkapkan, ada 446 bangunan sekolah di Kabupaten Bekasi yang tidak layak. Atapnya pada terbang, sehingga kalau hujan kelas bisa kebasahan. Apa kalian ingin terus seperti ini?. Padahal APBD untuk pendidikan mencapai 1 Triliyun, tapi kondisinya memprihatinkan. SDM putra-putri Bekasi masih rendah. Coba berapa banyak putra-putir Kabupaten Bekasi yang bisa kuliah di ITB,UGM dan UI? Saya mempunyai harapan Industri Minyak dan pertambangan yang ada di wilyah Kabupaten Bekasi dikelola oleh putra-putri terbaik Bekasi,” papar Bambang penuh semangat yang disambut dengan teriakan simpatisan yang hadir, ”Hidup Obama,Bupati Bekasi 2017-2022..!!”

Sambutan Pak Bambang diakhiri berbarengan dengan hadirnya Calon Bupati Independen Nomor 3, Obon Tabroni yang datang didampingi keluarganya. Nampak Bunda Uun – panggilan akrab istri Obon Tabroni — ,ke-empat anaknya dan Ibunda Obon Tabroni.

Kehadiran Obon Tabroni disambut dengan suasana mengharu biru. Saya bahkan berkaca-kaca. Merinding melihatnya.

Dia Langsung naik panggung dan dilanjut dengan memberikan sambutannya pada pukul 14.15 WIB. Seolah-olah tidak ingin mengecewakan para relawan yang dari pagi sudah berkumpul secara bertahap memenuhi lapangan Iregas-Serangbaru.

Pertanyan pembuka dari Obon, kenapa kampanye akbar ini dilaksanakan tanggal 15 Januari, pas tanggung bulan? Beberapa pihak menilai ini langkah yang terlalu berani, karena akan minim yang hadir. Ditambah tempatnya yang lumayan jauh, di Selatan Bekasi. Tepatnya dilapangan Iregas-Serangbaru. Apalagi para relawan yang dari Babelan. Tapi pertanyaan tadi dipatahkan dengan hadirnya lebih dari 20.000 simpatisan dan relawan OBAMA. Padahal target awal akan dihadiri 6000 peserta. Emezing..!!

Baru kali ini dalam sejarah pilkada Kab.Bekasi massa kampanye bisa menembus 20.000 0rang dengan biaya sendiri, makan sendiri, buat kaos, bendera sendiri tanpa uang cendol dan yang macem-macem.

”Bukti rakyat Kabupaten Bekasi menginginkan perubahan!” Tegas Obon Tabroni.

”Berangkat dari orang yang dianggap tidak mampu bahkan dianggap tidak ada apa-apanya,ijinkah ditahun 2017 dan selanjutnya rakyat yang memimpin kabupaten Bekasi.”Seru Calon Bupati Independen Nomor 3 ini.

”Banyak sekali permasalahan dikabupaten Bekasi ini,mulai dari saran infrastruktur berupa jalan yang tak kunjung dibenahi. Karena saling lempar tanggungjawab. Itu jalan provinsilah, jalan kabupatenlah. Faktanya rakyat yang menanggung akibatnya berupa kemacetan yang hampir tiap hari terjadi. Belum lagi masalah kesehatan. Baru kemarin saya kunjungan ke Cabangbungin, yang saya temukan masih ada warga Kabupaten Bekasi tinggal di rumah yang tidak layak. Ibu-ibu janda dan nenek sakit, diabaikan oleh Negara/Pemerintah.”

Kemudian dia melanjutkan. “Ayo kita rubah kawan-kawan kondisi tersebut. Jangan ada lagi warga sakit sampai mati karena ditolak oleh Rumah Sakit. Jangan ada lagi anak-anak kita ditolak pihak sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah. Tidak ada lagi guru yang diperlakukan sewenang-wenang dan tidak ada lagi buruh yang di PHK secara sepihak dan upah murah. Hitung-hitungan ekonomi mana upah Bekasi bisa dibawah Karawang.”

Sebelum menghadiri Silaturahmi Akbar ini, Obon Tabroni dan keluarga menyempatkan ziarah ke makam KH. Nawawi, ulama dengan kurang lebih 60 kitab hasil karya ilmiahnya. Sekaligus pejuang kemerdekaan, yang hari ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

“Ziarah ini kami lakukan untuk mengenang jasa-jasa beliau dan meneruskan perjuangan-perjuangannya. Hari ini tanggal 15 Januari, saya pilih sebagai tanggal kampanye akbar Pasangan Independen Nomor 3, salah satu alasannya untuk memperingati hari jadi Kabupaten Bekasi. 67 tahun yang lalu para tokoh masyarakat Bekasi membentuk Panitia Amanat Rakyat Bekasi dan pada tanggal 17 Januari 1950 Panitia Amanat Rakyat mengadakan rapat raksasa dengan semua rakyat Bekasi. Dalam rapat itu selain adanya beberapa tuntutan, rakyat Bekasi meminta kepada pemerintah agar Kabupaten Jatinegara diganti menjadi Kabupaten Bekasi.

Setelah tiga kali pembicaraan antara bulan Februari sampai Juni 1950, akhirnya Moh. Hatta sebagai Perdana Menteri RIS menyetujui pembentukan Kabupaten Bekasi. Dan hari ini sejarah itu terulang. Semoga ini menjadi pertanda baik akan lahirnya seorang pemimpin dari rakyat yang bisa memimpin Kabupaten Bekasi dengan baik dan benar. Ini bukan tidak mungkin. Selama kita solid, semangat, dan ikhlas. Insya Allah itu akan segera terwujud.

Sebagai penutup sambutannya, ,panitia menyerahkan beberapa quisioner yang sebelumnya sudah disebar ke beberpa simpatisan yang hadir. Quisioner itu berupa pertanyaan dari simpatisan yang akan dijawab oleh Calon Bupati Obon Tabroni.

Pertanyaan pertama. Apa agenda 100 hari bang Obon jika terpilih nanti menjadi Bupati Kabupaten Bekasi 2017-2022?

“Sebagai orang Bekasi pastinya saya akan bersilaturahmi kepada paslon lain. Karena bagi saya Bu Meli, Pak Sa’adudin, Pak Iin, dan Bu Neneng adalah Saudara. Saya akan mengajak untuk berjuang bersama untuk Bekasi baik dan benar, dengan melupakan konflik yang sudah terjadi. Saya minta kepada relawan jangan tinggalkan saya. Perlu konsolidasi untuk merumuskan bagaimana Bekasi kedepan dan itu tidak bisa saya lakukan sendirian. Terakhir saya akan merekrut birokrat yang ada di Kabupaten Bekasi, tentunya dengan rekrutmen yang profesional. Bukan dengan rekrutmen harus bayar, karena hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja mereka,” jawab Obon Tabroni lugas.

Pertanyaan kedua, apakah Gaji Bupati Anda akan disumbangkan?

“Ha..ha..ha..Ya kalau disumbangkan itu luar biasa. Tapi saya tegaskan, gaji Bupati akan saya terima. Karena saya punya anak yang masih butuh biaya pendidikan, ada istri yang tiap hari harus belanja jengkol, dan ada ibu saya untuk memenuhi kebutuhannya. Saya tidak mau karena ingin dinilai merakyat, gaji bupati, saya sumbangkan, kemudian korupsi sana-sini. Kecuali sumbangan itu sudah ditetapkan dalam ajaran agama saya. Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya akan terima gaji sebagai Bupati. Terlebih seorang bupati tidak mengenal gaji longshift dan uang lembur,” jawab Calon Bupati Independen nomor 3 sambil senyum-senyum

Pertanyan ketiga dari relawan, Apa Merk mobil Abang Sekarang? Trus kalo terpilih mau ganti atau tidak?

Untuk kedua kalinya Calon Bupati ini tertawa lebar. ”Ada-ada aja nih pertanyaannya!” Merk mobil saya Isuzu, tepatnya Panther (ga boleh nih sebenarnya beriklan) tahun 2012. Saya suka karena irit dan nyamannya. Coba bayangkan kalo mobil saya BMW untuk keliling Kabupaten Bekasi, BBM yang harus saya keluarkan 1 jutaan tiap hari. Pemborosan itu namanya. Saya akan memakai mobil dinas untuk keperluan kedinasan saja.Tapi kalau dikasih Lexus untuk keperluan pribadi mending saya jadiin Ambulance saja,” terang bang Obon, disambut dengan tepuk tangan relawan yang hadir.

Setelah sambutan Calon Bupati Independen Nomor 3, acara dilanjutkan dengan pembacaan KOMITMEN ORANGE” yang dipandu oleh bapak Moh.Yasin dan diikuti oleh para relawan:

Demi masa depan Kabupaten Bekasi dan Demi masa depan anak cucu kami

Kami, Rakyat Bekasi

Dengan ini meneguhkan komitmen bersama untuk mewujudkan Visi Bekasi Baik dan Benar

Komitmen bersama untuk mendukung, memenangkan dan mencoblos pasangan independen Obon-Bambang Nomor 3

Bekasi, 15 Januari 2017 untuk  15 Februari 2017

Sahabat Obon-Bambang

Sebelum Orasi dukungan dari Presiden KSPI Said Iqbal, pasangan Obon-Bambang melakukan simulasi pencoblosan surat suara untuk ditiru oleh para pemilih pada tanggal 17 Februari 2017. Tepat pukul 14.30, Said Iqbal memberikan orasi dukungannya. Hal ini merupakan bentuk keseriusan organisasi untuk memenangkan pasangan Obon-Bambang.

”Saudara-saudara, tentukan nasibmu 5 menit di bilik suara pada tanggal 15 Februari 2017. Belum pernah dalam sejarah, belum pernah terukir di republik ini, ada seoarang kaum buruh, orang kecil dari kalangan biasa menjadi seorang pemimpin di sebuah wilayah. Tapi Kabupaten Bekasi akan merubah paradigma itu pada tanggal 15 Februari 2017 besok,” katanya.

Menurut Iqbal, pasangan Obon-Bambang adalah pasangan yang bersih. Pernah ada yang bertanya kepada saya. Bung Iqbal, anda bilang pasangan Obon-Bambang itu bersih. Ya wajar saja, karena Obon itu bukan Pejabat.

Saya jawab. Eh…,anda jangan salah. Tahun 2012 Obon ditawari uang ratusan juta agar upah di Bekasi murah. Karena kebersihan hati Obon, uang itu ditolaknya. Karena jasa Obon, sekarang rakyat Indonesia bisa berobat gratis dengan BPJS. Obon berada di garda terdepan dalam aksi-aksi KAJS sampai akhirnya UU tentang BPJS disahkan oleh DPR RI.

Kita sama-sama bekerja dengan pasangan Obon-Bambang untuk merubah transparansi APBD dan Reformasi transformasi darat. Kita jadikan itu sebagai kontrak politik kita. Ayo saudara pulang dari sini kalian kampanyekan kebersihan pasangan Obon-Bambang kepada tetangga depan, belakang, samping kanan-kiri dan warga Kabupaten Bekasi.

“Mulai hari Selasa dan Kamis besok ramaikan media-media sosial dengan mengetik #PilihObonBambangNo3 kemudian share ke sosial media yang kalian punya. Pastikan tanggal 15 Februari 2017 kalian coblos nomor 3. Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir, Insha Allah pasangan Obon-Bambang menjadi Bupati Bekasi 2017-2022,” seru presiden KSPI dan FSPMI ini.

Acara silaturahmi akbar ini ditutup dengan dukungan dan doa dari tokoh ulama Kabupaten Bekasi Habib Noval Assegaf, dengan bergelora dia menyampaikan.  “Hari ini dengan disaksikan Alla dan malaikat-Nya, kita akan menyatakan sikap dan menginginkan pemimpin yang baik dan benar serta bersih untuk memimpin  Kabupaten Bekasi, karena Allah menyukai orang-orang yang bersih dan yang berbuat baik. Allah akan menunjukkannya pada jalan yang benar.

“Saya bersama bang Obon berkeliling dan menemui para alim ulama. Seluruh ulama di Kabupaten Bekasi mendukung pasangan Obon-Bambang asalkan menjadi pemimpin yang baik dan benar. Meskipun bertahun-tahun kita di tipu dan di dzolimi, yakinlah suatu saat akan muncul kebenaran. Mungkin ini takdir Alloh. Mungkin ini kehendak Alloh. Sehingga pada tanggal 15 Februari 2017 pasangan Obon-Bambang menang dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bekasi tahun 2017 dan menjadikan kabupaten Bekasi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Diiringi rintiknya hujan, acara ini ditutup dengan lantunan doa dengan penuh khidmat oleh habib Noval Assegaf. (*)

Pos terkait