Kunjungan Kerja MP Nasional, Media Perdjoeangan Harus Naik Level

Bandung, KPOnline – Memperkuat, mempertajam di semua tingkat unit bidang Media Perdjoeangan Daerah Bandung Raya menjadi hal yang penting, hal tersebut adalah sebuah fase dimana Media Perdjoeangan Bandung Raya supaya kedepan semakin baik.

Hal itulah yang disampaikan Agung Brada selaku perangkat Media Perdjoeangan Nasional yang membidangi Pelatihan dan Pendidikan, saat hadir ke Bandung dalam rangka Kunjungan Kerja Media Perdjoeangan Nasional di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI Jawa Barat Jalan Babakan Jeruk 1 Gang jeruk manis No. 2 RT 1/RW 6 Kel. Sukagalih, Kec. Sukajadi Kota Bandung pada Sabtu,(4/11/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya Agung Brada tidak sendiri namun ditemani oleh beberapa orang perangkat Media Perdjoeangan Nasional yang lainya, yaitu M. Herven (Sekretaris Media Perdjoeangan Nasional) , Chuky Ramadhan (Bendahara), serta Slamet Wahyudin (Korlip Bidang Videografi).

Dalam pertemuan itu dikupas beberapa permasalahan yang ada ditubuh Media Perdjoeangan Bandung Raya (MPBR) saat ini, dengan kondisi saat ini yang memang memerlukan pembenahan terutama dalam peningkatan SDM.

“Di beberapa daerah yang kami temui rata-rata kendalanya adalah SDM, Media Perdjoeangan kami lihat dengan komposisi seadanya serta pendidikan terkait media baru dilakukan satu kali, namun trek dari data penulisan yang masuk ke redaksi koran perdjoeangan.com mampu masuk ke dalam Sepuluh besar”, terang Agung Purwanto.

Kegiatan yang berlangsung selama lima jam ini menjadi sebuah pacuan untuk mengembangkan kreativitas, ide dan gagasan supaya MPBR bisa lebih memberikan warna baru yaitu bukan hanya sekedar pemberi informasi melalui berita, akan tetapi melalui, foto, video, meme serta podcas yang mampu merubah kebijakan dari sebuah karya.

Hadir pula pada kesempatan tersebut Hendrayana Hendri selaku Sekretaris Konsulat Cabang FSPMI Bandung raya. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa apapun kegiatan media terutama menyangkut kepentingan organisasi, kami KC FSPMI Bandung Raya selalu mendukung.

“Banyak potensi yang ada dalam tubuh MPBR dan kita akan terus bantu dan gali melalui dukungan penuh”, Pungkasnya.

Koordinator MPBR Kadri Supriatna dalam sambutannya menekankan agar melalui pertemuan ini MPBR ada pembenahan disetiap permasalahan di tubuh pilar FSPMI ini. “Flash back kebelakang sebagai bahan evaluasi agar setiap permasalahan MPBR bisa dicari solusinya demi kepentingan organisasi, “ujarnya.

Chuky selaku bendahara mengingatkan bahwa bersinergi dengan organisasi begitu penting untuk kemajuan MPBR.

Hal senada disampaikan Slamet Wahyudin yang biasa dipanggil Opa ini, ia mengapresiasi media di Bandung Raya ini masih bisa berjalan dengan segala keterbatasan.

Lebih dalam M. Herveen (Sekretaris Media Perdjoeangan Nasional) Menyampaikan, salut Media Perdjoeangan Daerah Bandung Raya masih tetap eksis. Ia berharap kaderisasi akan dapat membuka ruang untuk membangun semangat untuk belajar. “Evaluasi setiap kekurangan penting dilakukan untuk pembelajaran kedepannya, itulah dinamika, semua tim tidak berjalan dan itu bisa di repair”, terangnya.

Herveen berharap untuk Fase berikutnya Media Perdjoeangan dapat mengupdate kemampuan dan bukan saja hanya bikin berita saja. Dia mengulas bagaimana Aksi heroik dan fenomenal saat aksi upah yang dilakukan pekerja dengan metode tutup jalan tol bahkan masuk jalan tol dan itu luar biasa dan diluar ekspetasi, namun hal itu belum bisa menghadirkan pimpinan daerah.

“Kita bisa ambil satu contoh baru-baru iniĀ Gubernur Jawa Barat Ridwan KamilĀ ramai diperbincangkan setelah balasan satu komentar di akun instagramnya, kepada seorang warganet yang menanyakan masalah kenaikan upah di unggahan Instagramnya dan itu di respon oleh Gubernur. Disini kita bisa menarik benang merah bahwa peran media bisa merubah sesuatu dari sebuah kata”, tambahnya herveen.

Melihat hal itu Herveen menilai bahwa media sudah harus bisa menaikan kapasitas atau level, ide dan gagasan bagaimana kita dapat merubah, mempengaruhi suatu kebijakan, stepnya adalah dengan membuat viralisasi terhadap suatu objek untuk merubah suatu kebijakan.

“Contohnya begini, ketika aksi berlangsung Media ataupun Pimpinan aksi melalui pengeras suara yang ada di mobil komando menginstruksikan untuk sama sama secara serentak membuat status, komen ataupun upload meme terkait isu yang akan disampaikan baik itu melalui Facebook, IG atau pun media sosial yang lain, dengan begitu masa aksi dapat melakukan penyerangan baik itu melalui aksi unjuk rasa dan aksi melalui media sosial”, sambungnya.

Sesi terakhir Agung purwanto memberikan motivasi dan skema pengembangan sumber berita, dimana perangkat KC, PC dan PUK dapat di libatkan dengan mengeluarkan intruksi kepada perangkat di bawahnya, dengan begitu berita yang dimuat akan lebih banyak lagi, ia juga mengatakan bahwa media itu ibarat gula,

“Gula selalu jadi pelengkap, ada tapi tak tersebut” tutupnya.

(Zenk)

Pos terkait