Kini, FSPMI Hadir di NTB

Sumbawa, KPonline – Melebarkan sayap-sayap perjuangan dan menebarkan benih-benih pergerakan kaum buruh, membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Membutuhkan pengorbanan baik materi maupun immateri yang luar biasa besar. Waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan dibutuhkan nyali yang besar ketika harus berhadapan dengan permasalahan di lapangan.

Hal-hal tersebutlah yang sedang dan telah dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) diwilayah Indonesia bagian timur. Setelah Maluku dan Sorong, kini FSPMI telah hadir di Bumi Sumbawa. Disebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kini sudah berdiri Konsulat Cabang FSPMI Sumbawa Besar.

Sabtu 16 November 2019, merupakan hari yang cukup bersejarah bagi FSPMI dalam konteks perburuhan di Indonesia, khususnya diwilayah Indonesia bagian timur. Untuk pertama kalinya, FSPMI terbentuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Besar.

“FSPMI merupakan serikat pekerja/serikat buruh pertama yang hadir di Nusa Tenggara Barat. Hal ini cukup membanggakan, karena tingkat kesadaran kelas sebagai buruh mulai timbul dan muncul. Meskipun perlahan, hal tersebut cukup pasti dan mudah-mudahan akan terus bertumbuh,” tutur Muhammad Nur Yasin, Direktur Direktorat Organisasi DPP FSPMI kepada Media Perdjoeangan.

“Saat ini telah bergabung para pekerja di sektor pelayanan publik (Public Service), yaitu Divisi Pelayanan Teknis Perusahaan Listrik Negara (PLN) yaitu PT.Paguntaka Cahaya Nusantara. Dan saat ini, FSPMI sudah melakukan pengorganisasian terhadap sekitar 500-an pekerja yang bekerja di sektor pelayanan publik tersebut,” lanjutnya.

Beberapa waktu sebelum terbentuknya PUK SPEE-FSPMI PT. Paguntaka Cahaya Nusantara, Muhammad Nur Yasin Direktorat Organisasi DPP FSPMI dan Slamet Riyadi Sekretaris Umum PP EE FSPMI, didampingi Fauzan salah seorang Tim Organize Direktorat Organisasi DPP FSPMI untuk wilayah Kabupaten Sumbawa Besar, telah melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka melakukan dialog dengan para pekerja di sektor pembangkit listrik dan pertambangan. Permasalahan seputar perburuhan dan hal-hal yang berkaitan dengan ketenaga kerjaan, menjadi topik utama dalam dialog tersebut.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada FSPMI, khususnya Direktorat Organisasi DPP FSPMI dan Pengurus Pusat Elektronik dan Elektrik (PP EE FSPMI), yang telah menerima kami menjadi keluarga besar FSPMI. Dukungan dan solidaritas dari seluruh kawan-kawan buruh terutama FSPMI sangat kami butuhkan disini,” ucap Imam Suryawan, Ketua PUK SPEE-FSPMI PT. Paguntaka Cahaya Nusantara, didampingi Muhammad Irfan selaku Sekretaris PUK SPEE-FSPMI PT. Paguntaka Cahaya Nusantara. (RDW)