Ketua Majelis Rakyat Partai Buruh Tegaskan Pengurus Baru Harus Jadikan Partai Sebagai Rumah Perjuangan Jutaan Pekerja

Ketua Majelis Rakyat Partai Buruh Tegaskan Pengurus Baru Harus Jadikan Partai Sebagai Rumah Perjuangan Jutaan Pekerja
Ketua Majelis Rakyat Partai Buruh Sonny Pudjisasono | Foto by Tendy

Jakarta, KPonline-Pelantikan Pengurus Pleno Exco Pusat dan Sayap Partai Buruh yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (29/6/2026) menjadi momen penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas arah perjuangan partai dalam membela kepentingan kaum pekerja.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Rakyat Partai Buruh Sonny Pudjisasono menegaskan bahwa amanah yang diemban para pengurus bukan sekadar jabatan, melainkan sebuah tantangan dan pengabdian untuk membesarkan Partai Buruh.

Menurut Sonny, pelantikan kepengurusan baru harus dimaknai sebagai awal dari kerja-kerja politik yang lebih nyata dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh, petani, nelayan, guru, tenaga honorer, serta seluruh rakyat pekerja Indonesia.

“Pelantikan ini bukan hanya untuk menetapkan jabatan-jabatan partai. Lebih dari itu, ini adalah tantangan dan pengabdian bagi seluruh kawan-kawan untuk membesarkan Partai Buruh,” ujar Sonny di hadapan jajaran pengurus yang baru dilantik di Jakarta.

Ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi Partai Buruh ke depan tidaklah ringan. Berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), sistem kerja yang belum memberikan kepastian, hingga meningkatnya biaya hidup, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan bersama.

Namun demikian, Sonny menegaskan bahwa Partai Buruh tidak berjalan sendirian. Menurutnya, kekuatan terbesar partai berada pada dukungan jutaan pekerja yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan organisasi.

“Kita sadari bahwa tantangan ke depan masih sangat besar. Namun kita tidak berjalan sendiri. Di belakang kita berdiri jutaan pekerja yang siap mendukung, bersatu, dan berjuang bersama kita.”

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga semangat persatuan. Menurutnya, soliditas organisasi merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan politik maupun perjuangan membela hak-hak kaum pekerja.

“Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan langkah kita sepanjang kita bersatu padu,” tegasnya.

Sonny kemudian mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjadikan momentum pelantikan sebagai titik awal memperkuat gerakan Partai Buruh hingga ke tingkat akar rumput.

Menurut Sonny, setiap pengurus memiliki tanggung jawab untuk membangun organisasi yang semakin kuat, semakin dekat dengan masyarakat, serta mampu menjadi wadah aspirasi bagi seluruh pekerja Indonesia.

“Kepada seluruh kawan-kawan pejuang, mari kita jadikan momen ini sebagai titik tolak perjuangan yang lebih kuat, lebih masif, dan lebih berdampak,” katanya.

Ia menambahkan, cita-cita besar Partai Buruh adalah menghadirkan organisasi politik yang benar-benar menjadi rumah bagi seluruh pekerja tanpa membedakan latar belakang profesi maupun daerah.

“Mari kita buktikan bahwa Partai Buruh adalah rumah yang nyaman bagi seluruh pekerja dan kekuatan yang mampu membawa perubahan bagi Indonesia yang lebih baik dan lebih makmur,” ujar Sonny.

Menutup sambutannya, Sonny menyampaikan harapan agar seluruh pengurus senantiasa diberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan amanah yang telah dipercayakan.