Kenapa Buruh Harus Berpolitik?

Medan, KPonline- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) belakangan sedang gencar-gencarnya menyuarakan Buruh Go Politic.

Apa yang dilakukan FSPMI menjadi buah bibir dan pertanyaan besar dikalangan para masyarakat di kaum buruh khususnya. Bukan hanya karena pandangan di masyarakat yang mem-pesimiskan pergerakan wakil rakyat yang duduk dikursi legislatif DPRD. Tetapi tidak sedikit pula yang mengategorikan jalan tersebut menjadi ajang pemanfaatan oleh para elit (pimpinan-pimpinan) Serikat Buruh/Serikat Pekerja untuk mengejar popularitas dan kemewan semata.

Bacaan Lainnya

K3napa Buruh Harus Berpolitik…??

Menjawab pertanyaan dan kegelisahan dari kepesimisan masyarakat tentang majunya para Elit SP/SP mencalonkan diri menjadi calon wakil rakyat di kursi legislatif, Willy Agus Utomo selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilaya (DPW) FSPMI Provinsi Sumatera Utara angkat bicara.

Willy yang biasa di panggil WAU ini mengatakan bahwa buruh yang cerdas harus berpolitik agar bisa menentukan dan mengawasi kebijakan-kebijakan tentang Ketenagakerjaan yang dibuat oleh Pemerintah Nantinya.

“Sejak lahir kita sebagai masyarakat sudah merasakan kebijakan politik, mau itu yang baik untuk kita ataupun merasakan kebijakan yang kurang baik untuk kita. Saya rasa kebijakan FSPMi yang mengharuskan buruh berpolitik adalah hal yang sangat baik, bukan hanya untuk pembelajaran bagi para kadernya dalam dunia politik tetapi agar lebih matang untuk memperjuangkan kesejahteraan Rakyat kaum Buruh kususnya,” ujar WAU.

“Selama ini kita terus berjuang dijalanan menyuarakan aspirasi kita yaitu kesejahteraan kaum tertindas. Nah kali ini kita diberi kesempatan untuk maju mencalonkan diri maju untuk menjadi anggota legislatif yang seyogyanya penyambung lidah rakyat, penerima aspirasi rakyat dan pengawas segala kebijakan yang ada di Negri ini,” lanjutnya.

Masih menurut Willy, yang perlu di ketahui adalah bahwa segala kebijakan yang ada di Repoblik ini lahir dari rahim politik.

Menjawab tentang Kenapa buruh harus berpolitik, agar buruh menjadi penentu Kebijakan, bukan hanya terus menjadi korban dari kebijakan yang lahir dari kepentingan politik.

WAU yang juga diutus FSPMI untuk maju mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kab. Deli Serdang ini juga mengatakan bahwa tidak akan pernah berhenti berjuang mensejahterakan Buruh dan Rakyat di jalanan.

“Bukan berarti, gerakan jalanan menuju kesejahteraan harus berhenti. Seharusnya makin tambah percaya diri karena ada dua posisi yang berbeda dengan tujuan yang sama yang berjuang. Dari dalam ada yang berjuang yaitu calon-calon dari buruh yang nantinya duduk di kursi legislatif dan dari luar pun ada yang berjuang yaitu kawan-kawan Buruh atau Aktifis buruh. Maka dengan begitu kita Rakyat dan kaum Buruh yang tertindas jadi lebih kuat,” tegas WAU.

Diberitahukan bahwa selain WAU yang di utus oleh organisasi FSPMI untuk berjuang menuju kursi legislatif di Sumatera Utara, Kab. Deli Serdang tepatnya, ada juga Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Labuhan Batu Utara yaitu Daniel Marbun, yang diutus dari organisasi berjuang menuju kursi legislatif Kab. Labuhan Batu Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Pos terkait