KC FSPMI Bekasi Instruksikan Aksi Unjuk Rasa ke Kantor Bupati dan Walikota

Bekasi, KPonline – Pasca rapat aliansi yang dilaksanakan pada tanggal 9 September 2022 lalu dan dihadiri federasi serikat pekerja yang ada di Kabupaten/Kota Bekasi serta 3 universitas di Bekasi secara resmi KC FSPMI Bekasi menginstruksikan kepada PC SPA FSPMI, Garda Metal dan anggota FSPMI untuk aksi unjuk rasa bersama Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) dan mahasiswa dari 3 Universitas pada Kamis (15/9/2022) di kantor Bupati Bekasi.

Sekretaris KC FSPMI Bekasi, Sarino, S.H., M.H yang juga Koordinator Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM), saat dihubungi koran Perdjoeangan, di sela-sela Musnik PUK SPL FSPMI PT. Indo Kida Plating membenarkan bahwa KC FSPMI akan melakukan aksi unjuk rasa bersama Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) dan mahasiswa.

“KC FSPMI Bekasi bersama Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) dan mahasiswa dari 3 universitas di Kabupaten Bekasi akan melakukan aksi unjuk rasa pada tanggal 15/9/2022 mendatang dengan tiga tuntutan Tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tolak Omnibislaw Cipta Kerja dan naikkan upah 2022 sebesar 10% sampai 13%,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan aksi penolakan BBM dilakukan karena kenaikan BBM sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, bukan hanya buruh.

Ia juga menuturkan bahwa Omnibus Law cipta kerja sampai saat ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap, maka seyogyanya penetapan upah berdasarkan UU No.13 tahun 2003 dan aturan turanannya.

“Jelas omnibus Law Cipta Kerja lah yang menjadi biang keladi adanya upah murah yang berdampak bagi buruh dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Dalam Surat Intruksi yang dikeluarkan KC FSPMI Bekasi tanggal 10 September 2022, FSPMI mentargetkan massa sekitar 5000 orang yang terbagi dari beberapa wilayah kawasan industri.

Tidak hanya di Kantor Bupati Bekasi, unjuk rasa dengan tuntutan yang sama juga akan digelar di Kantor Walikota Bekasi pada 14 September 2022. (Yanto)