Jelang Aksi, SPAI FSPMI Surabaya Satukan Komando: “Solidaritas Adalah Kekuatan”

Jelang Aksi, SPAI FSPMI Surabaya Satukan Komando: “Solidaritas Adalah Kekuatan”

Surabaya, KPonline – Menjelang agenda aksi untuk mengawal berbagai persoalan di tingkat Pimpinan Unit Kerja (PUK), Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAI FSPMI) Kota Surabaya bersama jajaran PUK SPAI FSPMI Surabaya menggelar konsolidasi dan koordinasi organisasi.

 

Bacaan Lainnya

Konsolidasi digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, di Jalan Bukit Darmo Golf, Kelurahan Putat Gede, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

 

Forum tersebut diikuti jajaran Pimpinan Cabang, para Ketua atau pengurus PUK SPAI FSPMI se-Kota Surabaya, serta Biro Aksi SPAI FSPMI Kota Surabaya.

 

Bukan sekadar rapat koordinasi, konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah organisasi menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tingkat PUK. Kondisi masing-masing unit kerja dibahas untuk menentukan langkah dan strategi bersama, termasuk kesiapan menghadapi aksi apabila penyelesaian melalui jalur komunikasi dan perundingan belum membuahkan hasil.

 

Ketua PC SPAI FSPMI Surabaya, Slamet Raharjo, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur, tetapi juga pada soliditas dan kedekatan antara pengurus dengan anggota.

 

“Jaga harmonisasi dan hubungan emosional dengan anggota di PUK, karena kekuatan terbesar adalah solidaritas dan satu komando,” tegas Slamet.

 

Dalam konsolidasi tersebut, jajaran organisasi juga membahas hasil Rakerwil DWP FSPMI Jawa Timur, perkembangan internal masing-masing PUK, serta persiapan awal menuju Musyawarah Cabang (Muscab) SPAI FSPMI Surabaya tahun 2027.

 

Slamet juga menekankan pentingnya pengembangan organisasi melalui organizing. Menurutnya, penguatan organisasi harus dilakukan secara bersama-sama agar keberadaan FSPMI semakin kuat di tingkat perusahaan maupun anggota. Dengan slogan: “FSPMI Membumi di Jawa Timur”, maka ada tugas besar yang harus dilaksanakan.

 

“Ada tugas yang harus dilakukan bersama-sama, yakni organizing dalam rangka pengembangan organisasi FSPMI,” ujarnya.

 

Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyatukan informasi dari masing-masing PUK. Dengan komunikasi yang terbangun secara intensif antara Pimpinan Cabang, PUK, hingga anggota, setiap persoalan yang muncul di tingkat unit kerja diharapkan dapat segera direspons secara terkoordinasi.

Setiap permasalahan pada anggota, harus dituangkan secara tertulis berikut kronologi kejadian dalam formulir Keluh Kesah.

 

Bagi SPAI FSPMI Surabaya, aksi bukanlah langkah pertama. Upaya membangun harmonisasi hubungan industrial, komunikasi, serta lobi dengan perusahaan tetap menjadi bagian utama dalam penyelesaian persoalan.

 

Namun, ketika berbagai konsep dan upaya lobi telah dilakukan tetapi tidak menghasilkan tindakan konkret dari Perusahaan, maka aksi menjadi pilihan terakhir untuk menyampaikan aspirasi.

 

Slamet menegaskan, apabila hubungan industrial antara Pekerja, Perusahaan, dan Pemerintah telah diupayakan untuk berjalan secara harmonis, tetapi ketika menurut pandangan organisasi masih terdapat tindakan yang dinilai melemahkan fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh, maka organisasi tidak akan tinggal diam.

 

Langkah selanjutnya adalah menyampaikan aspirasi melalui aksi secara terorganisir.

 

Konsolidasi ini pun menjadi penegasan bahwa setiap agenda perjuangan membutuhkan kesiapan, komunikasi, dan satu komando. Sebab, ketika seluruh elemen organisasi bergerak dalam satu barisan, persoalan di tingkat PUK tidak lagi menjadi persoalan masing-masing, melainkan menjadi perjuangan bersama.

Pos terkait