Jamkeswatch di PT. Chunpao Steel Indonesia Sangatlah Penting

Karawang, KPonline – Disela-sela memasuki acara pelantikan pengurus baru PUK SPL FSPMI PT. Chunpao Steel Indonesia pada Musnik ke 4 – nya yang diadakan di Telaga Traditional Resto KIIC Telukjambe, Karawang, pada Sabtu (28/09/2019).

Sugih yang merupakan salah satu pengurus Jamkeswatch Karawang, memberikan pemaparan perihal Jamkeswatch yang mempunyai peranan penting dalam menghadapi permasalahan terkait kasus – kasus yang sering terjadi pada peserta BPJS pada saat penanganan medis di Rumah Sakit maupun Instansi Kesehatan lainnya.

Saat pembuatan program – program kerja yang dirundingkan oleh komisi – komisi yang dibentuk pada sidang Musnik, Sugih menyimak bahwa untuk di PT. Chunpao direkomendasikan agar di perusahaan tersebut harus dibentuk anggota Jamkeswatch.

Maka dari itu Sugih berharap untuk Jamkeswatch di PT. Chunpao bisa berjalan dengan baik, untuk membantu masyarakat umum yang dipersulit ketika penanganan medis, minimal membantu meng’advokasi teman – temannya di PT. Chunpao yang merupakan peserta BPJS PPU (Pekerja Penerima Upah).

Hal itu dikarenakan permasalahan penanganan medis peserta BPJS banyak yang sering dimanfaatkan oleh pihak instansi kesehatan, baik untuk pasien yang rawat jalan maupun rawat inap, yang harus membayar obat – obatan yang tidak dicover BPJS maupun membayar biaya selisih rawat inap untuk kasus pasien yang kecelakaan di jalan raya dan yang mendapatkan ruang inap setingkat di atasnya dari hak kelas yang seharusnya. Sedangkan BPJS itu sendiri seyogyanya sudah mengcover sepenuhnya biaya yang timbul dari penanganan medis para peserta BPJS, terlebih untuk peserta BPJS PPU.

Sugih juga menceritakan bahwa pernah ada pasien BPJS yang harus membayar biaya selisih hingga 15 juta, namun ketika dibantu advokasi oleh rekan-rekan JamkesWatch, akhirnya biaya tersebut tidak jadi dibebankan kepada pasien, karena rata-rata Rumah Sakit yang nakal membebankannya kepada para pasien yang minim pemahaman terkait peraturan BPJS.

“Kasus Rumah Sakit di Karawang yang nakal itu masih banyak, maka dari itu dengan adanya Jamkeswatch, pasien yang dimanfaatkan untuk membayar biaya selisih maupun menebus obat yang katanya tidak dicover BPJS bisa terbantu dengan adanya rekan – rekan dari JamkesWatch yang membantu dengan langsung turun ke lapangan maupun memberikan pemahaman untuk kasus – kasus seperti itu,” tegasnya

Sugih berharap, apabila Jamkeswatch di tiap-tiap perusahan ada, terutama di PT. Chunpao, itu bukan hanya bisa membantu rekan – rekan di PT. Chunpao, tapi juga bisa membantu tetangganya apabila menjadi peserta BPJS mandiri agar bisa terbantu dan bisa memberikan informasi perihal peraturan BPJS, baik peraturan lama maupun peraturan yang baru.

“Poin pentingnya, tolong siapapun dari teman – teman PT. Chunpao yang nanti ditunjuk untuk menjadi Jamkeswatch minimal ada dua shift yaitu shift 1 dan shift 2 dan jangan khawatir kalau teman – teman merasa masih minim pemahaman terkait dalam penanganan kasus, karena dari Jamkeswatch di luar PT. Chunpao akan siap membantu teman-teman Jamkeswatch PT. Chunpao,” sambungnya. (Pnj)