Ini Hasil Sidak ke PT Fujisei Plastik Komisi 4 DPRD Kab Bekasi

  • Whatsapp

Bekasi,KPonline – Untuk kesekian kalinya Komisi 4 DPRD Kabupaten Bekasi melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah tugasnya. Kali ini giliran PT. Fujisei Plastik Seitek yang memproduksi suku cadang kulkas yang beralamat di Jl.Pisangan Raya Rt.001/001,Tambun,Kab. Bekasi 17510. Berawal dari pengaduan beberapa teman-teman pekerja Fujisei kepada Komisi 4 melalui Nurdin Muhidin anggota DPRD Kab. Bekasi yang berasal dari Buruh ini dan di respon dengan sigap olehnya.

Hari Kamis (20/09/2018l beserta rombongan Komisi 4 yang membidangi Kesehatan,Pendidikan,Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan,Kadisnaker dan di dampingi Perangkat Cabang SPEE FSPMI Bekasi diterima Eman Sulaeman, HRD PT. Fujisei diruang rapat tepat pukul 10.30 WIB. Hadir 6 anggota DPRD Komisi 4,2 orang Kadisnaker,2 Orang Perwakilan Pengusaha,2 orang pengurus PUK da 2 orang perwakilan Perangkat Cabang SORE FSPMI.

Bacaan Lainnya

Rapat dibuka langsung oleh Wakil Ketua komisi 4, Taih Winarno.Dalam pembukaannya Taih Winarno menyampaikan bahwa sidak ini dilakukan bermaksud untuk melakukan pembinaan kepada pelaku industri dengan harapan pekerja dan manajemen bisa bersinergi.

Di kesempatan yang sama Nurdin Muhidin memberitahukan kepada pengusaha bahwa dirinya dan Komisi 4 mendapat Pengaduan dari Serikat pelerja terkait status pekerja, upah, hak berserikat dan beberapa masalah kesejahteraan pekerja. “Kami mendapat laporan dari teman-teman Serikat pekerja, kepada Pak Eman dan PUK kami berharap ada win-win solution terkait permasalahan yang terjadi. Prioritaskan Status Pekerja dan PHK terlebih dahulu” Tegas Nurdin Muhidin.

Eman Sulaeman selaku HRD PT. FPS,merespon apa yang di sampaikan oleh anggota dewan tersebut dengan menjelaskan kondisi perusahaan yang lagi turun produksinya sehingga terpaksa melakukan pengurangan pekerja.

“Bisnis kita tergantung orderan dan PO kita menurun di tahun ini, hubungan kita dengan Serikat Pekerja Alhamdulillah baik, kita lagi membuatkan ruang sekretariat di belakang” Kata Eman Sulaeman.

Selang berapa menit Taih Winarno, mempersilahkan perwakilan pekerja untuk menyampaikan pengakuannya.Abdul Hafidz dan Mardiansyah langsung memaparkan dan membantah apa yang di sampaikan Eman Sulaeman. Ini beberapa hak normatif yang di duga dilanggar oleh pengusaha PT. FPS:
1. Tidak adanya status pekerja yang jelas, karena pada kenyataannya status pekerja yang ada terus menerus kontrak (kontrak berkepanjangan) dan diselingi dengan Harian Lepas.
2. Upah yang dibayarkan tidak sesuai dengan Upah Minimum Sektoral Kab. Bekasi 2018.
3. Seragam Kerja tidak pernah diberikan
4. Uang Makan Rp. 2000/hari
5. Uang pengganti Transport Rp. 2000/hari
6. Pekerja tidak diberitahu isi Peraturan Perusahaan.

Fatmahanum yang juga anggota DPRD komisi 4 menyampaikan keprihatinannya melihat kondisi kesejahteraan pekerja Fujisei ini. “Tidak masuk logika saya, uang makan hanya Rp. 2000,posisi saya sebagai seorang istri juga, kebingungan untuk makan dengan uang Rp. 2000 di jaman seperti ini” Ujar Fatmahanum.

Salah satu anggota DPRD Komisi 4 yang Daerah Pemilihannya di Desa Gabus dimana lokasi PT.Fujisei ini beroperasi,Muhtada Sobirin menyampaikan pendapatnya terkait permasalahan di perusahaan tersebut. “Banyak warga dan saudara saya bekerja disini, sebagai anggota dewan saya setuju kalau ada perbaikan kesejahteraan untuk pekerja tapi di sisi lain jangan sampai perusahaan ini tutup” Kata Muhtada.

Pihak Dinas Tenaga Kerja Kab. Bekasi, Murtado, berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan yang cukup komplek di PT. Fujisei Plastik Seitek ini. “InshaAlloh hari Senin (24/09/2018) kita fasilitasi untuk dilakukan bipartit antara pengusaha dan Serikat Pekerja”

Hal senada juga disampaikan Taih Winarno yang memimpin sidak inidi penghujung rapat, “Kita kasih kesempatan kedua belah dibantu Disnaker untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut sampai bulan Oktober 2018”

Pos terkait