IndustriALL Kecam Tindakan Represif Bangladesh Terhadap Gerakan Buruh

Bangladesh, KPonline – Sejak Desember 2016, setidaknya 35 anggota serikat buruh dan pekerja garmen telah dipenjara karena kegiatan serikat buruh di Bangladesh yang menuntut kenaikan upah minimum.

Sebagian besar pekerja dan anggota serikat buruh telah dipenjara karena berpartisipasi dalam aksi mogok pada akhir 2016 itu. Pemerintah Bangladesh menggunakan pemogokan sebagai kesempatan untuk melakukan tindakan keras yang luas terhadap buruh, bahkan menangkap anggota serikat yang tidak terlibat dalam pemogokan. Banyak pemimpin serikat buruh bersembunyi karena takut ditangkap dan kantor serikat mereka telah ditutup.

“Peristiwa pada bulan Desember dan situasi saat penindasan serikat merupakan langkah mengkhawatirkan untuk serikat pekerja di Bangladesh. Kami harus berjuang kembali untuk membela pekerja yang dipenjara dan hak dasar buruh di Bangladesh,” ujar Sekretaris Jenderal IndustriALL, Valter Sanches.

IndustriALL berkoordinasi dengan UNI dan ITUC melakukan kampanye untuk menuntut pembebasan buruh yang ditangkap dan pemerintah Bangladesh mengakhiri penindasan terhadap serikat pekerja.

“Saya mendesak serikat buruh di dunia untuk memberi dukungan dan berdiri dengan mereka,” kata Valter Sanches, di kutip dari situs industrialall

Seperti diketahui, upah di industri garmen Bangladesh merupakan salah satu yang terendah di dunia. Ironisnya permintaan buruh untuk meningkatkan upah minimum berujung pada penahanan sewenang-wenang.

Buruh garmen di Bangladesh juga memiliki hak untuk berserikat dan mereka juga harus dibayar dengan upah yang layak di mana mereka dapat bertahan hidup.

Sanches meminta agar semua elemen buruh bisa berpartisipasi dalam gerakan pembebasan buruh Bangladesh ini, yaitu dengan cara melakukan aksi di Kedubes Bangladesh atau konsulat dan mengirim foto atau video aksi untuk press@industriall-union.org atau mempostingnya di media social dengan tagar #EveryDayCounts.

Di beberapa kota upaya untuk aksi di kedutaan sudah berlangsung. Sanches mengatakan dukungan lainnya bisa berupa email protes ke pemerintah Bangladesh dengan memasukkan nama serikat dalam kalimat pertama, dan menambahkan tanda tangan.