Semarang, KPonline — Pemerintah terus mendorong masuknya investasi ke Jawa Tengah. Namun di tengah berbagai kemudahan yang diberikan kepada investor, kesejahteraan buruh jangan sampai justru terabaikan.
Hal tersebut disampaikan Ketua KC FSPMI Jepara Raya, Yopy Priambudi, dalam Konsolidasi Akbar Garda Metal FSPMI Jawa Tengah di Aula Koperasi Buruh Jawa Tengah Sejahtera, Minggu (9/8/2026).
Menurut Yopy, investasi memang penting bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi jangan sampai hanya menguntungkan pemodal tanpa memperhatikan kesejahteraan pekerja. Buruh merupakan bagian penting dalam proses produksi yang turut menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
“Investor menanamkan saham sedikit mungkin dan dia ingin memperbanyak hasilnya,” ujar Yopy.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya organisasi buruh mengawal setiap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan investasi dan ketenagakerjaan. Hak-hak normatif pekerja tidak boleh dikorbankan atas nama investasi.
Di tengah tantangan tersebut, Yopy mengingatkan Garda Metal agar terus menjaga militansi dan jiwa sosial. Menurutnya, perjuangan tidak hanya dilakukan ketika aksi berlangsung, tetapi juga melalui kesiapan mengawal setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan buruh.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan kaderisasi agar militansi anggota tidak berubah menjadi arogansi atau sikap provokatif. Anggota Garda Metal harus memiliki pengetahuan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman organisasi.
Yopy mengajak seluruh anggota untuk saling memberikan motivasi dan memperkuat konsolidasi di berbagai daerah.
“Hilangkan semua rasa itu. Kalau ditampilkan, perjuangan kawan-kawan nanti akan semakin berat,” tegasnya.
Menurut Yopy, buruh tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya investasi. FSPMI harus tetap solid dan siap mengawal kebijakan agar pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. (sup)