Karawang, KPonline – Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Uno Filter, Kawasan Industri Surya Cipta, Jalan Surya Nusa I, Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) PT Uno Filter, Andri Kurniawan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen PT Uno Filter, yaitu:
1. Meminta perusahaan mencabut PHK terhadap Saudara Andri Kurniawan.
2. Meminta perusahaan mengevaluasi dan mengambil tindakan terhadap staf HRD PT Uno Filter, Saras Hartono.
3. Meminta klarifikasi dan penyelesaian atas dugaan pelanggaran terkait tenaga kerja magang.
4. Meminta penyelesaian atas dugaan penggunaan tenaga kerja harian yang ditempatkan pada bagian produksi.
5. Meminta penyelesaian atas dugaan pelanggaran terkait tenaga kerja kontrak.
6. Meminta perusahaan memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) serta kelengkapan SIO bagi operator forklift, crane, dan peralatan lainnya.
7. Meminta perusahaan melaksanakan pemeriksaan kesehatan pekerja.
8. Meminta klarifikasi dan pembenahan administrasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang diduga belum tertib secara administratif.
9. Meminta segera dibentuk panitia Family Gathering dua tahunan.
Dalam orasinya di hadapan massa aksi, Ketua PUK SPAI FSPMI PT Uno Filter, Andri Kurniawan, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan buntut dari belum adanya itikad baik dari pihak manajemen untuk menyelesaikan persoalan melalui perundingan bipartit.
“Aksi ini merupakan buntut dari tidak adanya itikad baik dari manajemen PT Uno Filter. Kami dari PUK sudah mengirimkan dua kali surat untuk melakukan perundingan bipartit, tetapi sampai saat ini tidak ada tanggapan dari pihak manajemen,” ujar Andri.
Menurutnya, PUK SPAI FSPMI PT Uno Filter tetap membuka ruang dialog dengan perusahaan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.
“Kami dari PUK tetap membuka ruang diskusi dengan pihak manajemen jika ada itikad baik dari perusahaan. Tetapi jika perusahaan tidak mau diajak berunding, maka kami akan terus melawan sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.
Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi dan tuntutan pekerja agar berbagai persoalan hubungan industrial di PT Uno Filter dapat segera diselesaikan melalui mekanisme dialog dan perundingan antara serikat pekerja dengan manajemen.



