Eksistensi Pergerakan FSPMI Pelalawan

Pelalawan, KPonline – Sebelum terbentuknya kepengurusan Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dirasakan tingkat pelanggaran hak normatif buruh di Pelalawan sangatlah miris, yang mana, banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran hak normatif, seperti pembayaran UMK yang jauh di bawah aturan UU Ketenagakerjaan tentang pengupahan, jam kerja yang tidak beraturan dan lain sebagainya.

Maka dari itu, Satria Putra, selaku Ketua KC FSPMI Pelalawan, berkomitmen untuk membentuk serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) FSPMI di Kabupaten Pelalawan, karena visi dan misi beliau yaitu memperbaiki dugaan pelanggaran UU Ketenagakerjaan yang mana banyak terjadi di lingkungan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan, melalui gerakan perjuangan kaum buruh di bawah serikat SP.

Bacaan Lainnya

Pada awal pembentukan FSPMI Pelalawan, Satria Putra didampingi oleh Yudi Efrizon dan Jasmadi di posisi Wakil Ketua, Samsul Bahri menjabat Sekretaris, Afrianto dan Sari di lini Wakil Sekretaris, serta Bendahara oleh Agung Zailani, di periode awal kepengurusan mereka bersepakat akan membangun komitmen untuk menegakkan bendera FSPMI di Kabupaten Pelalawan Riau, guna membela kepentingan kaum buruh.

Kemudian setelah berdirinya FSPMI di Pelalawan, banyak pihak dari pemerintah maupun swasta merasa risih dengan berdirinya FSPMI di Pelalawan Riau. Akan tetapi, setelah kita membangun komunikasi dan pendekatan persuasif kepada pihak pemerintahan Kabupaten Pelalawanan, Alhamdulillah sampai saat ini sudah terjalin komunikasi dengan baik, begitu dikatakan Satria Putra saat berdiskusi dengan awak Media Perdjoangan.

Sejauh ini, sampai Minggu (05/07/2020), dalam pergerakanya KC FSPMI Pelalawan teeus mengembangkan diri dengan komitmen konsep baku untuk memperjuangkan, serta menegakkan aturan hukum UU Ketenagakerjaan setahap demi setahap berjalan dengan baik, dan perlahan namun pasti, satu persatu pihak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan mulai memahami tentang aturan hukum ketenagakerjaan yang disampaikan oleh FSPMI.

Sesuai dengan catatan penulis Media Perjuangan, KC FSPMI Pelalawan dibentuk pada Tahun 2018 silam. Dalam pengembangan dan pendampingan kaum buruh yang dilakukan KC FSPMI Pelalawan cukup serius untuk memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh, bertujuan untuk menegakkan aturan hukum ketenagakerjaan sesuai ketentuan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan di lingkungan perusahaan di Riau. (Gunawan Simbolon)

Keterangan :
Tim KC FSPMI Pelalawan dibantu Tim KC FSPMI Tabagsel terus komitmen membangun FSPMI di Bumi Riau dalam satu kegiatan konsolidasi di Kabupaten Siak, Riau. Foto : Gunawan Simbolon

Pos terkait