Danantara Siap Bantu Selamatkan PT Pakerin, Said Iqbal: Sekitar 2700 Pekerja Berpeluang Kembali Bekerja

Danantara Siap Bantu Selamatkan PT Pakerin, Said Iqbal: Sekitar 2700 Pekerja Berpeluang Kembali Bekerja

Jakarta, KPonline-Harapan baru bagi ribuan pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) mulai terlihat. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa Danantara telah menunjukkan komitmen awal untuk membantu penyelesaian persoalan keuangan yang membelit perusahaan kertas yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, tersebut.

Usai melakukan pertemuan di kantor Danantara, Said Iqbal menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah menilai kondisi kesehatan keuangan PT Pakerin sebelum memberikan dukungan pembiayaan.

“Danantara nanti akan memeriksa kesehatan PT Pakerin, serta mendorong Himbara memberikan dana pinjaman,” ujar Said Iqbal, dikutip pada Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, proses assessment menjadi tahapan penting untuk memastikan kondisi finansial perusahaan sehingga skema penyelamatan dapat dilakukan secara tepat. Setelah proses tersebut selesai, Danantara akan mendorong Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar menyalurkan fasilitas pinjaman modal kerja kepada PT Pakerin.

Said Iqbal menilai PT Pakerin masih memiliki aset yang cukup kuat sebagai dasar untuk memperoleh pembiayaan. Ia menyebut nilai aset yang tersisa di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diperkirakan mencapai sekitar Rp600 miliar, sementara kebutuhan modal kerja perusahaan untuk kembali menjalankan operasional diperkirakan sebesar Rp400 miliar.

“Dengan jaminan sisa aset yang bagus di LPS, ada sekitar Rp600 miliar. Sedangkan kebutuhan modal kerjanya sebesar Rp400 miliar,” jelasnya.

Ia optimistis, apabila dukungan pembiayaan dari perbankan milik negara dapat segera direalisasikan, PT Pakerin akan mampu menghidupkan kembali kegiatan produksinya yang selama ini terganggu akibat persoalan keuangan.

Lebih dari sekadar menyelamatkan perusahaan, pemulihan operasional PT Pakerin juga diharapkan berdampak langsung terhadap sektor ketenagakerjaan. Said Iqbal memperkirakan sekitar 2.700 orang berpeluang kembali memperoleh pekerjaan, baik pekerja yang sebelumnya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun tenaga kerja baru yang akan direkrut seiring meningkatnya aktivitas produksi.

“Sekitar 2.700 karyawan bisa direkrut kembali oleh PT Pakerin,” pungkas Said Iqbal.

Apabila rencana tersebut berjalan sesuai harapan, penyelamatan PT Pakerin tidak hanya menjadi sebuah solusi bagi keberlangsungan salah satu industri kertas nasional, tetapi juga menjadi angin segar bagi ribuan keluarga pekerja yang menantikan kepastian pekerjaan dan keberlanjutan penghidupan mereka.