Bersiaplah Untuk Aksi Besar Melawan Bank Dunia dan IMF

Bersiaplah Untuk Aksi Besar Melawan Bank Dunia dan IMF

Jakarta, KPonline – Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia (IMF-World Bank Annual Meeting) 2018 akan diselenggarakan di Bali, pada tanggal 8 – 14 Oktober 2015. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 20 ribu delegasi dari 189 negara.

IMF-World Bank adalah lembaga keuangan global yang menjadi semacam alat bagi kapitalis komprador untuk “menjajah” melalui mekanisme utang. Sebuah negara yang terlilit utang akan kehilangan kedaulatan. Sehingga dengan mudah didikte.

Apa yang bisa kita harapkan dari pembangunan yang dibiayai oleh utang? Negara mana yang rakyatnya sejahtera gemah ripah loh jinawi dari utang?

Tidak sedikit kritik, bahwa jebakan utang adalah pintu masuk bagi kapitalis global untuk menjarah kekayaan alam.

Tragisnya, dengan dalih menghilangkan hambatan investasi, mereka menerapkan pasar kerja yang fleksibel. IMF terus mendorong agar menghapus semua peraturan yang memproteksi kaum buruh. Dalam rekomendasinya, mereka bahkan meminta agar kebijakan upah minimum dihapuskan, PHK dipermudah, dan ikatan kerja dibuat longgar.

Tentu saja, kaum buruh tidak boleh diam dengan adanya ancaman tersebut. Gerakan buruh dengan sekuat tenaga harus mendesak Pemerintah Indonesia untuk putus hubungan dengan IMF-WB, alih-alih memfasiltasi annual meeting.

Indonesia, bahkan dunia, tidak membutuhkan IMF-WB. Kekayaan alam Indonesia lebih dari cukup untuk mensejahterakan seluruh rakyat, dengan catatan, jika dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

Di era Soekarno, Indonesia pernah keluar dari IMF. Dengan demikian, tuntutan seperti ini bukan hal yang baru.

Dalam kaitan dengan itu, kaum buruh harus berada di garda terdepan melawan IMF-WB.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, di seluruh dunia, serikat buruh bersama elemen lain seperti petani dan nelayan, selalu menjadi pelopor untuk melawan IMF-WB.

Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah. Ini sekaligus panggilan sejarah bagi kaum buruh Indonesia untuk melawan dan melancarkan kritik keras pada IMF yang hampir semua rekomendasinya tidak sejalan dengan nilai-nilai pancasila: keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Waktunya sudah dekat. Bersiaplah….

 

 

Facebook Comments

Comments are closed.