Tolak Omnibuslaw Cipta Kerja Buruh Ini Lakukan Longmarch Ke Jakarta

  • Whatsapp

Cirebon, KPonline – Berbagai penolakan sudah dilakukan oleh sekian banyak kalangan. Bukan hanya kaum petani, akademisi, bahkan buruh pun melakukan penolakan adanya omnibuslaw klaster ketenagakerjaan. Sejak awal munculnya rancangan undang-undang omnibuslaw, berbagai aksi penolakan bermunculan dengan berbagai cara demi menghentikan pembahasan omnibuslaw cipta kerja yang sedang dibahas oleh DPR RI.

Sama halnya saat ini, penolakan akan omnibuslaw cipta kerja juga dilakukan oleh Ahmad Jaenudin selaku ketua DPD Kep. KSPI Jawa Tengah. Dari informasi yang didapat bahwa aksi ini dimulai dari Semarang sejak hari Sabtu kemarin, 26/9/2020. Dan pada hari keempat, Selasa, 29/9/2020 longmarch sudah sampai di wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Sekitar pukul 15.00 WIB aksi longmarch memasuki wilayah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ahmad Jaenudin yang didampingi oleh Aulia Hakim selaku ketua DPW FSPMI Jawa Tengah diterima langsung oleh krisdianto selaku ketua DPD Kep. KSPI Jawa Barat, dan Asep Feddy Hartono selaku ketua Konsulat Cabang FSPMI Cirebon Raya, Selasa (29/9/2020).

Setelah sampai di wilayah Cirebon, Jawa Barat, Ahmad Jaenudin beristirahat sejenak melepas rasa lelah dan letih di sebuah masjid terdekat. Disela-sela istirahat, Ahmad Zainudin saat ditemui tim media perdjoeangan menjelaskan tujuannya melakukan longmarch.
” Tujuan saya melakukan longmarch sangat jelas yakni meminta kepada DPR-RI dan pemerintah untuk menghentikan, mencabut, dan menghapus omnibuslaw klaster ketenagakerjaan. Banyak fraksi di DPR RI yang menjanjikan untuk menghentikan pembahasan omnibuslaw klaster ketenagakerjaan. Namun saat ini perkembangannya sungguh makin mengerikan, omongan mereka hanya manis dibibir saja”, ungkap Ahmad Zainudin.

Menurutnya, omnibuslaw adalah bentuk penghianatan negara terhadap rakyat dan bukti gagalnya DPR-RI dan pemerintah dalam melindungi rakyatnya bahkan dengan adanya omnibuslaw akan memunculkan perbudakan, penindasan, dan memiskinkan rakyat dari saat ini hingga ke anak cucu kelak.

Kontributor : Cirebon
Foto : Joko Suharyanto

Pos terkait