Sekolah Buruh Batch 2 SPAMK FSPMI Bekasi, Asah Kemampuan Peserta Melalui Praktik Orasi Ilmiah

Sekolah Buruh Batch 2 SPAMK FSPMI Bekasi, Asah Kemampuan Peserta Melalui Praktik Orasi Ilmiah

Bogor, KPonline – Memasuki hari kedua pembelajaran tahap ke-6 Pendidikan Public Speaking, Sekolah Buruh Batch 2 SPAMK FSPMI Bekasi di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) FSPMI, Bogor, Minggu (8/11/2026).

Pada hari kedua ini, para peserta melanjutkan materi pendidikan Public Speaking dengan fokus pada praktik langsung melalui kegiatan orasi ilmiah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, serta meningkatkan kepercayaan diri ketika berbicara di hadapan publik.

Dalam praktik tersebut, terdapat 14 item materi yang telah disiapkan. Setiap peserta mendapatkan satu materi untuk dipresentasikan dalam bentuk orasi ilmiah dengan durasi selama 10 menit.

Pelaksanaan orasi dilakukan secara bergantian di hadapan kawan-kawan sesama peserta dan dewan juri. Dengan metode praktik ini, setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi Public Speaking yang telah dipelajari.

Dewan juri dalam kegiatan ini berasal dari unsur Pengurus Bidang Pendidikan PC SPAMK FSPMI Bekasi, Biro Pendidikan PC SPAMK, serta Tim Pelatihan PC SPAMK.

Adapun aspek penilaian meliputi tujuh indikator utama, yaitu penguasaan kelas, penguasaan materi, intonasi suara, penguasaan alat bantu, gerak tubuh, kontak mata, dan manajemen waktu.

Ketujuh indikator tersebut menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi kemampuan peserta dalam menyampaikan orasi secara sistematis, komunikatif, dan meyakinkan.

Melalui praktik orasi ilmiah ini, Sekolah Buruh Batch 2 SPAMK FSPMI Bekasi tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga membentuk keterampilan nyata bagi para kader agar mampu berbicara di depan publik, menyampaikan aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan kaum buruh melalui komunikasi yang baik dan terarah.

Pendidikan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader serikat pekerja yang berani berbicara, memiliki wawasan luas, mampu menyampaikan gagasan secara kritis, dan siap menjadi bagian dari penggerak perjuangan kaum buruh.