Relawan JamkesWatch Masuk Rumah Sakit , Kelelahan Membantu Advokasi

  • Whatsapp

Subang, KPonline – Menjadi relawan begitu sangat penting mengingat kondisi Indonesia tidak sepenuhnya baik seperti kurangnya pemuda dalam membangun Indonesia, berikut bencana dan tipologi sosial sangat dinamis. Sehingga, bagi masyarakat harus membentuk relawan agar hal di atas dapat ditemukan bersama jalan keluarnya.

Relawan ini membentuk wadah dengan visi dan misi yang berbeda. Relawan hanya sebagai background komunitas dan organisasi yang dibangun. Hal demikian juga penting mengingat hal-hal baru yang akan diperoleh setelah ikut serta aktif dalam membantu sesama. Selain itu, menjadi relawan merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan potensi diri, dapat mengeksplorasi peran yang berbeda. Artinya, ketika menjadi relawan kita dapat berperan dalam berbagai bidang, terlepas dari seseorang yang menekuni dalam bidang tertentu.

Ketika menjadi relawan, hal-hal yang baru bahkan mengesankan akan didapat sebagai pribadi yang paham terhadap situasi lapangan. Hal demikian akan menemukan sudut pandang yang berbeda dari sebelumnya. Pengalaman ini akan membuat seseorang cakap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat serta tidak akan mudah menyalahkan keadaan. Seperti menjadi relawan Jamkeswatch, salah satu wadah untuk membantu masyarakat dalam memperoleh haknya dalam kesehatan

Menjadi relawan juga harus selalu prima dan menjaga diri agar selalu siap menolong orang lain. Adalah Wanda Suwanda, Reno Sudarisman, dan Henry . Setelah dalam waktu tiga hari berturut turut membantu pasien peserta BPJS, baik dari anggota FSPMI ataupun dari masyarakat ,ketiganya justru masuk rawat inap pada hari yang bersamaan (22/3/18)

Henry sekitar pukul 11.00 Wib di rawat di Klinik Mitra sehat Pabuaran Subang, Sementara Wanda di rawat inap sekitar pukul 16.00 Wib di Klinik Budi Makmur Perkasa, Patok .

Begitu pula Seno Sudarisman menyusul sekitar pukul 23.00 Wib di rawat inap di tempat yang sama dengan Wanda Suwanda di Klinik Patok beusi Subang. ketiganya di duga kecapaian dan tensi darah yang turun drastis. Mereka mengeluh  pusing, kepala terasa melayang, pandangan mata kunang-kunang, badan terasa lemas dan lemah.

Dokter menyarankan agar ketiganya istirahat dalam beberapa hari untuk memulihkan kondisi kesehatannya. (Aap)