Bogor, KPonline–Dalam upaya memperkuat solidaritas dan meningkatkan kekompakan organisasi, Dewan Pleno Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif, Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Federal Izumi Manufacturing (FIM) menggelar kegiatan Refreshing Course pada 7–8 November 2026 di Villa Cozy Anyer.
Kegiatan yang berlangsung di penghujung tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi pengurus PUK dan anggota untuk kembali memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyosialisasikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2028 yang baru saja berhasil diselesaikan.
Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Pleno tersebut dihadiri jajaran pengurus PUK dan anggota. Selain sebagai ajang penyegaran, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di lapangan dan berpotensi memengaruhi dinamika serta pergerakan organisasi.
Melalui forum ini, seluruh peserta diharapkan dapat saling bertukar informasi, mencari solusi atas berbagai persoalan, menambah wawasan, serta membangun kekuatan anggota dalam menghadapi tantangan perjuangan ke depan.
Aif Rukbi selaku Ketua Panitia dari Dewan Pleno menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya berbagai kegiatan organisasi, khususnya Refreshing Course kali ini.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kekompakan dan kesolidan seluruh anggota sehingga semangat kebersamaan tetap terjaga dalam setiap langkah perjuangan organisasi.
Sementara itu, Edi Prabowo selaku Sekretaris PUK PT FIM menyampaikan harapannya agar setelah mengikuti kegiatan ini, seluruh anggota mampu menentukan langkah dan strategi yang harus dilakukan dalam menghadapi agenda organisasi menjelang akhir tahun.
Menurutnya, perjuangan organisasi tidak hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek, tetapi juga harus mempersiapkan perjuangan jangka panjang. Ia berharap muncul kader-kader dengan semangat tinggi yang siap mendukung setiap pergerakan dan perjuangan organisasi ke depan.
Edi juga berpesan kepada jajaran Dewan Pleno agar lebih strategis dan komunikatif dalam menyampaikan setiap informasi kepada anggota sehingga tidak terjadi miskomunikasi antara pengurus dan anggota di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, Sriyatno selaku Ketua PUK SPAMK FSPMI PT FIM menyampaikan bahwa kegiatan berkumpul bersama seperti ini sangat penting untuk memperkuat ikatan emosional dan menyadarkan seluruh anggota bahwa mereka memiliki nasib serta tujuan perjuangan yang sama.
Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman, memperbarui informasi internal organisasi, serta membahas berbagai isu yang sedang berkembang. Sebab, menurutnya, mempertahankan kondisi dan kesejahteraan pekerja di tengah tantangan saat ini bukanlah perkara mudah.
“Saya bangga melihat semangat kawan-kawan. Karena saat ini kesejahteraan dan masa depan organisasi ada di tangan kalian,” ungkap Sriyatno.
Terkait keberhasilan penyelesaian PKB periode 2026–2028, Sriyatno mengapresiasi kekompakan dan peran aktif seluruh anggota. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan PKB dengan hasil maksimal merupakan buah dari solidaritas dan keterlibatan anggota dalam setiap proses perjuangan.
Ia juga kembali mengingatkan Dewan Pleno agar lebih interaktif dalam menyampaikan informasi kepada anggota. Komunikasi yang baik dinilai menjadi salah satu kunci penting agar setiap kebijakan, perkembangan, dan keputusan organisasi dapat dipahami secara utuh hingga ke tingkat anggota.
Di akhir penyampaiannya, Sriyatno mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga semangat dan memperkuat kesadaran berorganisasi.
“Kawan-kawan harus lebih solid lagi. Jaga semangat dari diri sendiri terlebih dahulu dan pahami betapa pentingnya kita berorganisasi. Mudah-mudahan melalui kegiatan hari ini, kekompakan, kebahagiaan, dan ilmu bisa kita dapatkan, kemudian disalurkan kembali kepada seluruh anggota,” pesannya.
Melalui Refreshing Course ini, Dewan Pleno PUK SPAMK FSPMI PT Federal Izumi Manufacturing berharap terbangun komunikasi yang semakin baik, solidaritas yang semakin kuat, serta kesiapan seluruh anggota dalam menghadapi berbagai agenda perjuangan organisasi.
Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui kesadaran, kekompakan, loyalitas, dan keterlibatan aktif seluruh anggotanya.