Bogor, KPonline–Pasca pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) IV PUK SPLP FSPMI PT OSHA ASIA, Garda Metal PUK SPLP FSPMI PT OSHA ASIA langsung menggelar konsolidasi internal. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat barisan, membangun kedisiplinan, serta memastikan kesiapan Garda Metal dalam menjalankan setiap agenda perjuangan organisasi.
Konsolidasi tersebut dihadiri Ketua PUK SPLP FSPMI PT OSHA ASIA terpilih, Rano Fermana, serta pengurus Garda Metal FSPMI Bogor, Mulyana yang akrab disapa Q-punk.
Salah satu agenda utama dalam konsolidasi tersebut adalah pemilihan Koordinator Lapangan (Korlap) Garda Metal PUK SPLP FSPMI PT OSHA ASIA. Melalui musyawarah, Andriansyah Abdullah terpilih untuk mengemban amanah sebagai Korlap Garda Metal di tingkat unit kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Mulyana atau Q-punk menyampaikan pesan penting mengenai tugas, fungsi, dan tanggung jawab Garda Metal dalam struktur perjuangan FSPMI.
Ia menekankan bahwa setiap anggota Garda Metal harus memiliki loyalitas, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap komando organisasi. Setiap instruksi yang dikeluarkan oleh FSPMI, baik dari tingkat pusat, daerah, maupun perangkat organisasi terkait, harus menjadi perhatian serius dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, Garda Metal tidak boleh hanya hadir ketika ada kegiatan atau aksi demonstrasi. Garda Metal harus selalu siap ketika organisasi membutuhkan, mampu menjaga kekompakan barisan, serta menjadi kekuatan yang dapat diandalkan dalam setiap agenda perjuangan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberadaan Garda Metal bukan sekadar atribut atau kebanggaan organisasi. Lebih dari itu, Garda Metal merupakan bagian penting dari kekuatan perjuangan FSPMI yang harus senantiasa menjaga soliditas, kedisiplinan, dan satu komando.
Terpilihnya Andriansyah Abdullah sebagai Korlap diharapkan mampu memperkuat koordinasi anggota Garda Metal PUK SPLP FSPMI PT OSHA ASIA, terutama dalam menerjemahkan dan menjalankan setiap instruksi organisasi di lapangan.
Sementara itu, kehadiran Rano Fermana sebagai Ketua PUK terpilih menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara kepengurusan PUK dengan Garda Metal. Keduanya diharapkan dapat berjalan beriringan dalam memperkuat organisasi dan menjaga semangat perjuangan anggota.
Konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk membangun Garda Metal yang lebih solid, disiplin, militan, dan responsif terhadap setiap kebutuhan organisasi.
Sebab, dalam perjuangan kaum buruh, kekuatan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota, tetapi juga oleh kesatuan sikap, ketegasan komando, dan kesediaan setiap anggota untuk menjalankan tanggung jawab organisasi.
Pesan Mulyana menjadi pengingat bagi seluruh anggota Garda Metal: ketika organisasi mengeluarkan instruksi, seluruh barisan harus siap bergerak, menjaga koordinasi, dan menjalankannya sesuai komando.
Garda Metal bukan penonton dalam perjuangan. Garda Metal adalah bagian dari kekuatan yang harus selalu siap berdiri bersama organisasi dan seluruh kaum buruh.