Karawang, KPonline – Rangkaian Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) IV PUK SPAMK FSPMI PT Tamano Indonesia resmi ditutup di hotel Brits Karawang. Dalam sesi penutupan, Ranto Aprianto, selaku Bidang Organisasi PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang, menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan MUSNIK sekaligus memberikan sejumlah catatan penting bagi kepengurusan PUK yang baru, Minggu, (27/09/2026).
Ranto mengapresiasi seluruh panitia, peserta, pengurus PUK, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya MUSNIK IV sehingga dapat berjalan dengan tertib dan menghasilkan keputusan organisasi.
Menurutnya, MUSNIK bukan hanya momentum pergantian atau penetapan kepengurusan, tetapi menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama satu periode sekaligus menyusun langkah perjuangan untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Setelah MUSNIK ini selesai, pekerjaan organisasi justru baru dimulai. Kepengurusan yang baru harus mampu mengevaluasi kondisi PUK, melihat kekuatan dan kelemahan organisasi, serta menyusun langkah-langkah yang nyata untuk menjawab persoalan anggota,” ujar Ranto.
Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi internal. Kondisi PUK harus terus diperkuat, baik dari sisi keanggotaan, administrasi organisasi, komunikasi dengan anggota, maupun hubungan industrial dengan pihak manajemen.
Ranto mengingatkan agar pengurus tidak hanya aktif ketika muncul persoalan, tetapi harus membangun komunikasi dan melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada anggota.
“Pengurus PUK harus hadir di tengah-tengah anggota. Jangan sampai anggota hanya mengenal pengurus ketika ada masalah. Organisasi harus hadir sejak persoalan itu mulai muncul,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ranto juga menyampaikan bahwa tantangan dunia industri ke depan semakin kompleks. Perubahan teknologi, dinamika perusahaan, serta berbagai kebijakan ketenagakerjaan menuntut organisasi serikat pekerja untuk semakin solid, memiliki kemampuan advokasi, serta memahami kondisi perusahaan dan anggotanya.
Ia berharap kepengurusan PUK SPAMK FSPMI PT Tamano Indonesia periode 2026–2029 dapat menjalankan amanah MUSNIK dengan penuh tanggung jawab dan mampu membangun komunikasi yang baik antara pengurus, anggota, dan manajemen.
Di penghujung sambutannya, Ranto mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk menjaga persatuan serta mengedepankan kepentingan organisasi.
“Mari kita jadikan hasil MUSNIK ini sebagai awal untuk memperkuat organisasi. Bersatu, solid, dan terus bergerak untuk memperjuangkan kepentingan serta kesejahteraan anggota,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya rangkaian MUSNIK IV, estafet kepemimpinan PUK SPAMK FSPMI PT Tamano Indonesia periode 2026–2029 resmi berjalan. Seluruh keputusan dan rekomendasi MUSNIK diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.
HKN



