Jakarta, KPonline-Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Ika Pharmindo Putramas, Hayadi, terus menjalankan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait Kartu Pekerja Jakarta (KPJ) bagi para pekerja yang memiliki KTP DKI Jakarta. Program tersebut dinilai sangat membantu para buruh dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari di tengah tingginya biaya hidup di ibu kota.
Dalam pelaksanaannya, distribusi program KPJ dilakukan dengan menggandeng Pasar Jaya melalui gerai-gerai yang telah ditunjuk sebagai tempat penyaluran bantuan kebutuhan pokok bersubsidi bagi para pekerja penerima manfaat.
Hayadi menyampaikan bahwa Program Kartu Pekerja Jakarta merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja di DKI Jakarta. Program tersebut memberikan akses kepada para pekerja untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga subsidi yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Menurutnya, program KPJ Jakarta sudah berjalan hampir dua tahun dan hingga kini mendapat sambutan positif dari para pekerja maupun anggota serikat buruh di berbagai wilayah Jakarta. Banyak pekerja yang telah merasakan langsung manfaat dari program tersebut.
Ia menjelaskan, pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta KPJ dapat mengambil paket kebutuhan pokok di gerai-gerai yang telah bekerja sama dengan program KPJ Jakarta sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditentukan.
Hayadi menambahkan, untuk mendapatkan kartu pekerja Jakarta, para pekerja dapat melakukan pendaftaran langsung melalui KPJ Jakarta dengan dukungan organisasi pekerja maupun serikat buruh yang ada di perusahaan masing-masing.
Dalam proses pendaftaran tersebut, para pekerja juga diajak untuk mendukung perjuangan kenaikan upah minimum sebesar UMK plus 15 persen sebagai bentuk keberpihakan terhadap peningkatan kesejahteraan kaum buruh di Jakarta.
Melalui program KPJ Jakarta, pekerja yang telah terdaftar dapat memperoleh paket sembako bersubsidi dengan harga sekitar Rp96 ribu. Nilai tersebut dinilai sangat terjangkau dibandingkan harga normal kebutuhan pokok di pasaran.
Paket sembako tersebut berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram telur, 1 kilogram daging sapi, 1 ekor ayam, serta 1 kilogram ikan yang sangat membantu kebutuhan rumah tangga pekerja dan keluarganya.
Menurut Hayadi, bantuan subsidi kebutuhan pokok tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh para pekerja, terutama bagi buruh dengan penghasilan terbatas yang harus memenuhi kebutuhan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan program KPJ Jakarta tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Pasar Jaya, serikat pekerja, serta para pekerja yang aktif mendukung jalannya program tersebut.
Awalnya, distribusi dan pendataan dilakukan melalui berbagai gerai yang tersedia. Namun setelah dilakukan pembenahan sistem, audit, dan pendataan ulang, proses pendaftaran kini dilakukan langsung melalui KPJ Jakarta agar lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Hayadi berharap program ini dapat terus berjalan dan berkembang sehingga semakin banyak pekerja di DKI Jakarta yang dapat menikmati manfaat dari subsidi kebutuhan pokok tersebut.
Selain membantu kebutuhan sehari-hari, program KPJ Jakarta juga dinilai menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja serta bentuk nyata perlindungan sosial bagi kaum buruh di Jakarta.
Ia juga mengajak seluruh pekerja untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat perjuangan bersama dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk peningkatan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi kaum buruh.
Di akhir penyampaiannya, Hayadi membuka ruang diskusi dan pertanyaan bagi para pekerja yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran maupun pemanfaatan Kartu Pekerja Jakarta. Ia berharap program tersebut dapat terus memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan keluarganya di DKI Jakarta.