Jakarta, KPonline – Building and Wood Workers’ International (BWI) atau Asosiasi Pekerja Bangunan dan Kayu Internasional menggelar kegiatan Global Organizing Academy (GOA) Indonesia pada Jumat hingga Minggu, 6–8 November 2026. Kegiatan ini berlangsung di Dafam Express Jakarta Pusat.
GOA Indonesia menjadi ruang pembelajaran, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat kapasitas organisasi serikat pekerja dalam membangun strategi pengorganisasian yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah federasi yang menjadi afiliasi BWI di Indonesia, di antaranya Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian, dan Perkebunan (F-Hukatan), Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia (FKUI), Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK), serta Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Sebagai federasi yang baru bergabung dengan BWI pada Oktober 2025, FSPMI turut berpartisipasi dengan mengirimkan enam delegasi, yaitu Agung Panji Sutisna, Yanto, Satria Putra, Aisyah Fauziah, Ricky Sulaeman, dan Eko Priyo Utomo.
Kehadiran delegasi FSPMI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan kerja-kerja pengorganisasian di lingkungan serikat pekerja.
Salah satu delegasi FSPMI, Aisyah Fauziah, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Global Organizing Academy. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat besar, khususnya dalam memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pengorganisasian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas serikat pekerja.
“Pengorganisasian adalah pekerjaan harian yang harus dilakukan pengurus serikat pekerja,” ungkap Aisyah.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengorganisasian bukan sekadar kegiatan sesaat atau hanya dilakukan ketika menghadapi persoalan hubungan industrial. Lebih dari itu, pengorganisasian merupakan kerja berkelanjutan untuk membangun komunikasi, merawat kepercayaan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan keterlibatan anggota dalam organisasi.
Melalui Global Organizing Academy Indonesia, diharapkan para peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di masing-masing federasi.
Keikutsertaan FSPMI dalam GOA juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas kader, memperluas jaringan solidaritas internasional, serta membangun gerakan serikat pekerja yang semakin kuat dan mampu menjawab tantangan dunia ketenagakerjaan.
Karena organisasi serikat pekerja yang kuat tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui pengorganisasian yang konsisten, kader yang berkualitas, dan anggota yang solid dalam memperjuangkan kepentingan kaum buruh.