Masjid Agung Tegal, Saksi Bisu Perjuangan Buruh

  • Whatsapp

Tegal, KPonline – Di bawah sengatan terik matahari, rombongan longmarch Surabaya – Jakarta dari Jawa Tengah menuju Cirebon telah menapakkan kaki di Kota Tegal. Pada pukul 12.31 WIB mereka memutuskan untuk beristirahat di masjid terbesar di Kota Tegal yaitu Masjid Agung Kota Tegal, Selasa (07/08/2018).

Rombongan memutuskan untuk melakukan Isoma mengingat hal tersebut merupakan hal yang penting guna menjaga energi dan stamina mereka. Selain itu, juga untuk menjaga kondisi kesehatan dan juga menjaga semangat mereka.

Jarak yang harus mereka tempuh untuk sampai ke Cirebon mencapai kurang lebih 75 km lagi dari Kota Tegal.

Selama beristirahat di Masjid Agung Kota Tegal terkorek informasi bahwa Masjid Agung ini menjadi salah satu saksi bisu sejarah perang terbesar pada tahun 1825 – 1830 (Perang Diponegoro, Perang Jawa) dalam sejarah Jawa tersebut.

Selasa (07/08/2018), sejarah kembali memilih Masjid Agung Kota Tegal sebagai saksi bisu perjuangan buruh demi terciptanya kesenjangan dan kesejahteraan hidup buruh dengan masyarakat.

Dimana sebelumnya telah diketahui jika selama di perjalanan dari Kota Batang sampai Kota Tegal saat ini masih berjalan aman. Dikatakan aman karena tidak adanya aparat/oknum yang mempengaruhi rombongan Longmarch serta di sepanjang perjalanan pula, tidak ada aparat yang ikut mengawal ataupun mengkondisikan kami di jalanan.

Diharapkan kondisi tersebut dapat selalu tercipta dan terjaga, sampai peserta Longmarch tiba di tujuan yaitu Kota Jakarta untuk mengusung Calon Presiden pilihan buruh.

(Dedi A S)