Konferensi Nasional V P3HKI : Hukum Ketenagakerjaan Dalam Perubahan Iklim Ketenagakerjaan dan Pasar Ketenagakerjaan

Yogyakarta, KPonline – Perkumpulan Pengajar dan Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (P3HKI) berupaya menyusun Rancangan Pengajaran Semester (RPS) Hukum Keternagakerjaan bagi Fakultas Hukum di Perguruan Tinggi Indonesia. Materi RPS akan diambil dari hasil Konferensi Nasional V di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, pada Jumat – Sabtu (4-5/11/2022).

“Saat ini, semakin banyak persoalan hubungan ketenagakerjaan di era Gig Economy, hubungan kerja tidak hanya formal, tetapi juga informal. Konferensi ini merupakan program kerja P3HKI, khususnya pada bidang pendidikan hukum ketenagakerjaan. Kami menginginkan adanya RPS (Rencana Pembelajaran Semester) yang merupakan panduan para dosen dan pengajar dalam pembelajaran di perguruan tinggi,” kata Ketua Umum P3HKI, Dr Agusmidah, SH, MHum.

Di tahun 2022 konferensi P3HKI dilaksanakan di dua universitas yaitu di Universitas Mataram, Lombok, NTB dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. “Perlunya melibatkan akademisi dan praktisi dilatarbelakangi pergerakan hukum tidak bisa egois, pada satu sektor saja. Tetapi harus kolaborasi, antara teoritis dan pengalaman praktik sehingga dosen akan berhimpun dengan praktisi, akan menyelaraskan antara Das Sollen dan Das Sein. Tidak akan memperpanjang kesenjangan antara keberlakuan hukum dan keberlakukan sosiologis harusnya harmonis,” kata Agusmidah.

Kata Agusmidah, sejumlah pemikiran dosen dan praktisi dalam konferensi P3HKI di Universitas Mataram Bulan Juli 2022 lalu dalam proses pendaftaran ISBN di Perpustakaan Nasional. “Serta masih ada sekitar 50 tulisan yang akan dipresentasikan tentang pandangan-pandangan kritik di konferensi kali ini,” katanya.

Konferensi ini juga untuk mendukung perguruan tinggi menyiapkan tenaga kerja terdidik dan trampil di Era 5.0. Selain itu, juga upaya P3HKI untuk memberikan perlindungan pekerja atau buruh, dalam pasar kerja fleksibel, dan juga bahasan tentang strategi menghadapi persaingan sumber daya manusia (SDM) dalam pasar kerja global. “Konferensi ini mengangkat tema Hukum Ketenagakerjaan dalam Perubahan Iklim Ketenagakerjaan dan Pasar Tenaga Kerja,” kata Fithriatus Shalihah.

Kepada koran Perdjoeangan (6/11/2022), Budi Lahmudi, S.H salah satu peserta konferensi mengatakan bahwa konferensi ini menghadirkan nara sumber Prof Dr Aloysius Uwiyono, SH, MH (Universitas Indonesia), Prof Dr Ari Hernawan, SH, MHum (Universitas Gadjah Mada), Prof Dr Aidul Fitriciada Azhari, SH, MHum (Universitas Muhammadiyah Surakarta), dan Prof Dr Ningrum Natasya Sirait, SH, MLi (Universitas Sumatra Utara).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa konferensi ini menjadi moment penting, “Hari ini juga menjadi moment penting karena akan di launching Materi Ajar Minimal Hukum Ketenagakerjaan oleh P3HKI dan penandatanganan Piagam Yogyakarta oleh Ketua Umum P3HKI,” ujarnya.

Dalam Konferensi ini juga membahas 48 Call Paper yang ditulis praktisi, akademisi dari 40 lebih perguruan tinggi negeri (PTN), dan perguruan tinggi swasta (PTS). “Sebanyak 48 pemakalah akan memaparkan subtema tentang kebijakan ketenagakerjaan negara dalam mengatasi pandemi Covid-19, migrasi pekerja, dan perlindungannya, baik sektor formal, dan informal, filsafat hukum dan politik hukum ketenagakerjaan Omnibus Law UU Cipta Kerja, status hubungan kerja virtual, sektor informal, dan UMKM, dan lain-lain,” katanya. (Yanto)