Semarang, KPonline β Ketua KC FSPMI Jepara Raya, Yopy Priambudi, menyoroti pentingnya penguatan organiser, konsistensi sikap organisasi dalam agenda aksi, serta perjuangan regulasi ketenagakerjaan di Jepara Raya. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi DPW FSPMI Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026), di Sekretariat FSPMI Jawa Tengah.
Yopy menegaskan bahwa keterlibatan FSPMI dalam setiap aksi harus berdasarkan instruksi dan keputusan organisasi, baik dari tingkat pusat maupun perangkat organisasi di daerah. Menurutnya, keputusan untuk mengikuti aksi tidak boleh didasarkan pada kepentingan individu, tetapi harus mengikuti garis organisasi.
Selain agenda aksi, Yopy menyoroti penguatan organiser di Jepara Raya. Setelah mengikuti pendidikan organiser, telah dibentuk tim dan jaringan organiser di wilayah tersebut. Namun, menurutnya, perlu ada pola koordinasi yang jelas agar tim organiser di berbagai daerah dapat berjalan secara terarah dan tidak bekerja sendiri-sendiri.
βTim-tim organiser yang telah mendapatkan pendidikan perlu disinergikan, sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri,β ujarnya.
Yopy juga menyampaikan perkembangan perjuangan FSPMI Jepara Raya dalam mendorong penyusunan kerangka acuan Peraturan Bupati Jepara tentang Daycare. Perwakilan PUK SPA telah melakukan pembahasan dengan pihak terkait terhadap draft yang sebelumnya disusun Pemerintah Kabupaten Jepara.
Dari pembahasan tersebut, masih ditemukan sejumlah bagian yang membutuhkan revisi. FSPMI Jepara Raya selanjutnya akan melakukan penyempurnaan untuk memastikan kerangka tersebut layak diajukan.
Yopy menekankan pentingnya koordinasi dengan seluruh unit FSPMI di Jepara agar proses penyusunan regulasi tersebut dilakukan secara bersama-sama dan memperoleh masukan dari berbagai pihak. (sup)