Kesan dan Pesan Peserta Women’s Leadership Workshop

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Agenda Refreshing Course : Women’s Leadership Workshop baru saja berakhir, dan sekitar 100an buruh-buruh perempuan FSPMI telah meninggalkan Trainning Center FSPMI, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Dan ada begitu banyak kenangan manis, suka duka dan tentunya ilmu serta pengalaman yang tak kan terlupakan.

Seperti yang diungkapkan oleh Maria Suci Stephani, salah seorang perempuan peserta Women’s Leadership Workshop yang dilaksanakan selama 3 hari, sejak 20 November 2019 hingga 22 November 2019. “Saya secara pribadi, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Pengurus PUK SPAMK-FSPMI PT. Toyoda Gosei Safety Systems Indonesia, karena telah diberikan kesempatan dan dipercayakan untuk mengikuti Refreshing Course : Women’s Leadership Workshop” ungkap gadis yang akrab disapa dengan panggilan Uci ini.

“Kegiatan yang saya ikuti selama 3 hari ini, sungguh berkesan, karena ini kali pertama saya mengikuti agenda organisasi diluar kegiatan dan agenda PUK sendiri. Semoga saja kedepannya, diadakan lagi acara atau kegiatan yang melibatkan buruh perempuan di FSPMI. Dan ada banyak hal yang nanti bisa saya terapkan untuk teman-teman buruh perempuan dipabrik tempat saya bekerja” lanjutnya.

Selain hal-hal tersebut diatas, Uci pun menambahkan, bahwa kegiatan yang melibatkan buruh-buruh perempuan FSPMI ini ada begitu banyak manfaat yang bisa dipetik. “Memperkaya wawasan kita tentang perburuhan dan menambah pengalaman dan juga mempererat tali persaudaraan, khususnya kaum buruh perempuan FSPMI. Karena teman-teman yang hadir berasal dari hampir seluruh wilayah di Indonesia. Seru banget deh pokoknya” jelas Uci kepada Media Perdjoeangan.

Lain halnya dengan yang diungkapkan oleh Sri Mulyati, salah seorang Pengurus PUK SPAMK-FSPMI PT. Astra Otoparts Divisi Adiwira Plastik. Perempuan yang juga salah seorang peserta Refreshing Course : Women’s Leadership Workshop ini mengungkapkan kepada Media Perdjoeangan. “Acara seru banget, dan sangat inspiratif bagi buruh perempuan. Karena yang hadir dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia, jadi kita bisa saling mengenal satu sama lain. Dan yang jelas, kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan buruh-buruh perempuan lintas sektoral yang ada di FSPMI” tutur Sri kepada Media Perdjoeangan.

“Dan yang paling menarik adalah, pemaparan pendapat oleh salah seorang pemateri Indrasari Tjandraningsih. Peneliti dan pemerhati perburuhan perempuan yang meneliti tentang keterlibatan buruh-buruh perempuan dalam serikat pekerja/serikat buruh. Mbak Indrasari menjelaskan bahwa nilai-nilai karakteristik kaum buruh perempuan juga diperlukan didalam sebuah organisasi, seperti organisasi serikat pekerja/serikat buruh” ungkap Sri. (RDW)