Kader Bukan Sekadar Penggerak, PP SPLP FSPMI Siapkan Mereka Menjadi Pendidik

Kader Bukan Sekadar Penggerak, PP SPLP FSPMI Siapkan Mereka Menjadi Pendidik

Bogor, KPonline – Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PP SPLP FSPMI) menggelar Pendidikan Training of Trainer (ToT) untuk memperkuat kualitas kader sekaligus menyiapkan tenaga pendidik yang kompeten di lingkungan organisasi.

Pendidikan yang berlangsung pada Jumat hingga Minggu, 30 Oktober–1 November 2026, di Pusdiklat FSPMI, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan organisasi yang efektif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Sebanyak 35 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Mojokerto, Karawang, Bekasi, Cirebon, Bogor, Tangerang, Cilegon, Serang, dan Lampung.

Ganang, SH., MH., sekretaris umum PP SPLP FSPMI mengatakan bahwa melalui pelatihan tatap muka di dalam kelas (classroom training), para peserta dibekali kemampuan untuk menyampaikan materi pendidikan secara sistematis, meningkatkan keterampilan sebagai fasilitator, serta memahami metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perjuangan kaum pekerja.

Ganang menambahkan bahwa program ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya meningkatkan kompetensi dan loyalitas kader, memperkuat solidaritas, serta mempersiapkan regenerasi tenaga pendidik yang mampu meneruskan proses kaderisasi di lingkungan SPLP FSPMI.

Menurut Ganang keberadaan instruktur yang kompeten dinilai penting agar pendidikan organisasi tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi benar-benar mampu meningkatkan pemahaman, militansi, dan kapasitas kader dalam menjalankan peran serta tanggung jawabnya.

Salah satu peserta dari Sidoarjo, Narwoko, mengatakan bahwa pendidikan ToT sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader, khususnya dalam menyampaikan materi pendidikan kepada anggota organisasi.

“Sebagai pimpinan di organisasi, tentu harus memahami dan menguasai materi sehingga apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta,” katanya.

Menurutnya, penguasaan materi menjadi salah satu modal penting bagi seorang instruktur agar proses pendidikan berjalan efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Melalui pendidikan ToT ini, PP SPLP FSPMI berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memiliki pemahaman organisasi yang kuat, tetapi juga mampu menjadi pendidik dan penggerak kaderisasi di daerah masing-masing.

Dengan demikian, proses pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga organisasi memiliki sumber daya kader yang berkualitas untuk menghadapi tantangan perjuangan kaum pekerja di masa mendatang.