Mojokerto, KPonline – Musyawarah Daerah (Musda) Garda Metal adalah forum tertinggi dan agenda wajib yang harus dilaksanakan di tingkat daerah bagi Garda Metal.
Ketika Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi demontrasi dalam upayanya membela anggota, dipastikan ada Garda Metal yang merupakan pilar organisasi FSPMI untuk pengaman aksi.
Kegiatan Musda Garda Metal bertujuan untuk mengevaluasi kinerja, menyusun program kerja, dan memilih pengurus daerah periode berikut, yang sering kali didahului oleh Pra Musda untuk mematangkan persiapan.
Griya Ciptaningati yang berada di Desa Wiyu, Pacet, Kabupaten Mojokerto menjadi saksi bisu diadakannya Musda Garda Metal III FSPMI Kabupaten Sidoarjo, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 April 2026.
Acara berlangsung di aula pertemuan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB, dihadiri 40 Peserta Garda Metal Sidoarjo, Panitia pelaksana, serta Pengurus periode sebelumnya.
Hadir sebagai undangan:
1. Jazuli selaku DPW FSPMI Jawa Timur.
2. Isnaeni Marzuki selaku Sekretaris Nasional Garda Metal FSPMI mewakili Garda Metal Nasional.
3. Ketua PC SPAI FSPMI Kabupaten Sidoarjo.
4. Pangkorda dan perwakilan Garda Metal Daerah dari Pasuruan, Mojokerto, Surabaya, dan Tuban.
Dalam sambutannya, Jazuli menyampaikan bahwa FSPMI adalah motor penggerak atas gerakan Buruh, selalu mempunyai ide-ide cemerlang melalui para konseptor, dan selalu melakukan upaya diluar batas kewajaran dalam sebuah gerakan demi mencapai kesejahteraan Buruh yang tidak akan ditemui di Serikat Pekerja lainnya di Jawa Timur.
Menjelang May Day 2026 pada 1 Mei mendatang, masih banyak permasalahan ketenagakerjaan yang belum dapat diselesaikan dan direalisasikan apa yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.
“Persoalan Buruh bukan hanya tentang Upah dan PHK, tetapi juga mengenai kehidupan dan kesejahteraan keluarganya. Rumah layak dan murah, anak bersekolah di SMA/SMK Negeri, stimulus atau keringanan pajak kendaraan bermotor, penghapusan Pajak pesangon dan JHT, penghapusan diskriminasi Pajak Penghasilan bagi Buruh Perempuan, tentunya menjadi harapan bagi setiap Buruh,” ujar Jazuli.
Saat Perayaan May Day, tidak hanya isu perjuangan nasional yang akan disuarakan oleh FSPMI, tetapi isu perjuangan daerah juga akan diperjuangkan dikarenakan isu yang lebih kongkret terutama dampaknya yang dapat dirasakan oleh para Pekerja di Jawa Timur.
May Day Tahun 2026 ini menjadi Hari Ulang Tahun bagi Buruh yang istimewa.
Jazuli menyampaikan, bahwa kalau tahun ini, Pemerintah dan DPR tidak menyelesaikan UU Ketenagakerjaan baru dalam 5 bulan kedepan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Putusan MK No. 168, maka perjuangan kedepan semakin berat.
“Kita tidak berhenti dan terus berupaya untuk memberikan hasil terbaik bagi Buruh,” tegas Jazuli di akhir sambutannya.
Harapan beliau, Garda Metal Sidoarjo tetap kompak dan solid serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi.
(Maynang Suhartanto – Kontributor Jawa Timur



