Jakarta, KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum terkait gugatan keabsahan kepengurusan organisasi. Aksi pengawalan tersebut berlangsung di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dengan diikuti massa buruh dan barisan Garda Metal.
Dalam orasinya dari atas mobil komando, Vice President Bidang Aksi FSPMI, Rifqi Mubarok, menyerukan kepada seluruh jajaran fungsionaris dan anggota agar tetap solid serta menjaga marwah, kehormatan, dan kewibawaan organisasi.
Menurut Rifqi, persidangan yang telah berlangsung hampir satu tahun dengan lebih dari 20 agenda sidang tersebut kini memasuki tahapan penting, yakni pemeriksaan saksi fakta. Dalam agenda persidangan terbaru, Tim Advokasi Pembela Organisasi (TAPO) FSPMI menghadirkan sejumlah saksi dari unsur Pimpinan Unit Kerja (PUK) dan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (SPEE) FSPMI wilayah Bogor dan Tangerang.
Rifqi menegaskan bahwa keterangan para saksi semakin memperjelas proses pelaksanaan Kongres FSPMI yang menjadi pokok perkara dalam gugatan tersebut.
“Saksi fakta yang kami hadirkan membuktikan secara terang benderang bahwa forum tertinggi organisasi telah berjalan sesuai konstitusi. Kendati sebagian delegasi keluar dari ruangan, forum Kongres tetap memenuhi kuorum dan secara bulat menyepakati Presiden FSPMI terpilih melalui aklamasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Kongres merupakan pemegang mandat tertinggi dalam struktur konstitusi organisasi. Oleh karena itu, setiap keputusan yang dihasilkan melalui mekanisme persidangan Kongres dan sesuai aturan organisasi harus dihormati serta menjadi landasan dalam menjalankan roda kepemimpinan federasi.
FSPMI menilai keterangan para saksi fakta menjadi bagian penting dalam menguji dalil-dalil gugatan sekaligus memperkuat argumentasi hukum terkait keabsahan proses Kongres dan kepengurusan organisasi.
Lebih lanjut, Rifqi mengingatkan bahwa persoalan hukum yang sedang berjalan tidak boleh menghambat konsolidasi dan perjuangan kaum buruh. Ia menyerukan kepada seluruh perwakilan wilayah, khususnya Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, untuk merapatkan barisan dalam menghadapi agenda aksi nasional yang diinstruksikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI pada 5 November.
Aksi serentak tersebut akan difokuskan pada perjuangan tuntutan upah pekerja. FSPMI menegaskan bahwa dinamika dan tekanan hukum yang tengah dihadapi organisasi tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam memperjuangkan kesejahteraan, keadilan sosial, serta hak buruh untuk memperoleh penghidupan yang layak.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal proses hukum, FSPMI juga memastikan akan kembali mengerahkan massa untuk mengawal persidangan lanjutan yang dijadwalkan pada 10 November, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Dalam agenda tersebut, TAPO FSPMI berencana menghadirkan saksi-saksi kunci tambahan guna memperkuat pembuktian di hadapan majelis hakim.
Aksi pengawalan di depan PN Jakarta Timur ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar gerakan buruh tetap solid, persatuan organisasi tetap terjaga, dan proses peradilan berjalan secara objektif serta menghasilkan putusan yang berkeadilan.
Bagi FSPMI, menjaga marwah organisasi dan memperjuangkan kesejahteraan buruh merupakan dua agenda perjuangan yang tidak dapat dipisahkan. Di tengah proses hukum yang berlangsung, konsolidasi organisasi dan perjuangan hak-hak pekerja dipastikan tetap berjalan.