FSPMI Gresik Turun Jalan Bersama SEKBER, Suarakan Aspirasi Buruh

FSPMI Gresik Turun Jalan Bersama SEKBER, Suarakan Aspirasi Buruh

Gresik, KPonline – Ratusan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Gresik dari berbagai sektor turun ke jalan mengikuti aksi damai bersama SEKBER Gresik pada Kamis (8/10/2026).

 

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut digelar di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebagai bentuk penyampaian pendapat di muka umum.

 

Barisan FSPMI Gresik dipimpin langsung oleh Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Gresik, Fery Andriyanto. Massa buruh membawa sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, jaminan sosial, serta kondisi perekonomian di Kabupaten Gresik.

 

Dalam orasinya, Fery menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah agar persoalan ketenagakerjaan di Gresik mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.

 

“Segera keluarkan draf Undang-Undang Ketenagakerjaan,” tegas Fery di hadapan massa aksi.

 

Ia juga menyoroti keberadaan perusahaan outsourcing yang menurutnya perlu mendapatkan pengawasan lebih serius dari pemerintah daerah.

 

“Outsourcing yang kantornya di luar Gresik, mereka mencari makan di Gresik dengan mengeksploitasi buruh Gresik. Kita menuntut kepada Bupati untuk mencabut izin outsourcing nakal itu. Banyak yang melanggar normatif dan bahkan upah di bawah Upah Minimum Kabupaten Gresik,” ujarnya.

 

Selain persoalan outsourcing, FSPMI juga menyuarakan pentingnya pembenahan pelayanan BPJS Kesehatan di Gresik. Menurut Fery, jaminan kesehatan merupakan bagian penting dari perlindungan sosial yang harus dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

 

Tidak hanya itu, ia turut menyoroti persoalan pertumbuhan ekonomi yang menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi kesejahteraan masyarakat dan buruh di Kabupaten Gresik.

 

“Benahi yang namanya BPJS Kesehatan di Gresik. Benahi pertumbuhan ekonomi pada Badan Pusat Statistik yang ada di Gresik,” lanjutnya.

 

Menutup orasinya, Fery menegaskan bahwa setiap kebijakan dan hasil kerja pemerintah memiliki dampak langsung terhadap kehidupan buruh.

 

“Kerja kalian, kesimpulan kalian, hasil kalian, menentukan kesejahteraan buruh di Kabupaten Gresik,” tegasnya.

 

Aksi damai bersama Sekber Gresik tersebut menjadi ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka sekaligus mendorong pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan persoalan ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh yang ada di Kabupaten Gresik.

Pos terkait