DPN Jamkeswatch Lakukan Mediasi Bersama RSUD Arjawinangun Cirebon

DPN Jamkeswatch Lakukan Mediasi Bersama RSUD Arjawinangun Cirebon

Cirebon, KPonline – Adanya laporan pasien atas nama Meri Andani yang beralamat Blok Kebun Gedang rt/rw 002 /004 Ciwaringin kabupaten Cirebon pasca melahirkan anaknya. Dewan Pimpinan Nasional(DPN) Jamkeswatch mencoba datang berkunjung ke RSUD Arjawinangun yang ada di wilayah Cirebon, Selasa (25/06/2024).

Didapatinya berbagai keterangan yang  beredar dari beberapa pihak, justru menurut pandangan DPN Jamkeswatch harus segera dituntaskan agar bisa meredam keresahan masyarakat dan sekitarnya.

Dengan membawa pihak keluarga bertemu Pimpinan Rumah Sakit yang difasilitasi oleh pihak kepolisian setempat agar permasalahan bisa segera diselesaikan. Dalam audiensi yang dilakukan di ruang rapat RS lantai 2 tersebut hadir dari pihak Dinas Kesehatan(Dinkes) Cirebon, Direktur RSUD arjawinangun Dokter Bambang beserta staf jajarannya yang mendampingi dalam agenda tersebut.

Menurut keterangan Direktur Eksekutif Jamkeswatch Nasional Daryus kasus yang terjadi saat ini memang harus segera dituntaskan segera dengan melibatkan beberapa pihak.

“Kami memang sengaja datang dari Jakarta untuk melakukan mediasi dengan pihak Rumah Sakit agar kasus ini yang kebetulan sodara dari anggota kami segera terselesaikan. Sesuai keterangan dari pihak keluarga memang merasa ada kejanggalan dengan apa yang terjadi. Namun dengan adanya mediasi ini bukan berarti kita saling menyalahkan salah satu pihak melainkan untuk mencari solusi,” ucap Dayus kepada Media Perdjoeangan, Selasa (24/06/2024).

Lebih lanjut Daryus justru akan medorong Dinkes setempat agar pasien atas nama ibu Meri Andini bisa diajukan menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan segmentasi PBI APBD sesuai data legalitas identitasnya.

“Dengan hasil kesepkatan bersama dalam mediasi, walau sempat pisah kamar antara pihak keluarga, dan pihak RS alhamdulillah kasus ini sudah ada solusi hingga ada jalan keluarnya. Saya berterima kasih kepada Direktur RS yang sudah memberikan kebijakan untuk pasien atas nama Meri Andani dengan semua biaya yang seharusnya dibayarkan, namun dengan adanya kebijakan itu keluarga merasa bersyukur, dan berterima kasih ,” tutur Daryus mengakhiri keterangannya.

Senada disampaikan oleh salah satu staf dari Dinkes Cirebon, dimana pembenahan data kependudukan lagi dibenahi agar peserta yang berhak mengajukan BPJS Kesehatan segmen PBI APBD bisa diakomodir, dan langsung di masukan ke sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS).

“Kami dari Dinkes lagi berupaya agar data yang diajukan sesuai verifikasi tepat sasarannya, begitu juga dengan data penduduk yang meninggal dunia. Universal Health Coverage(UHC) di Cirebon memang harus bisa mengakomodir khususnya warga yang kurang mampu dalam segi ekonominya, agar tetap mempunyai jaminan kesehatan ketika mau melakukan pengobatan difasilitas kesehatan. Hal seperti ini yang lagi kami upayakan secara konsisten,” ungkapnya diselah diskusi.

Berakhirnya medisasi menuntaskan masalah yang dibahas dengan kasus yang menimpa pihak keluarga Meri Andani. Bahkan sesuai permohonan saat Mediasi pasien ibu Meri Andani akan segera diajukan BPJSnya ke segmen PBI APBD. (Jhole)