Jakarta, KPonline – Departemen Database Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) menggelar rapat koordinasi di Kantor Pusat DPP FSPMI Lantai 3, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Vice Presiden FSPMI, Rusmiatun, dan menjadi tindak lanjut dari arahan presiden DPP FSPMI dalam rapat koordinasi sebelumnya.
Rapat koordinasi kali ini dihadiri jajaran pengurus Departemen Database dan dihadirkan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan sistem pendataan yang rapi, akurat, dan terintegrasi. Pasca agenda tertinggi organisasi, FSPMI menilai pentingnya menata ulang seluruh data strategis agar dapat menjadi basis kerja organisasi yang lebih efektif.
Dalam forum tersebut, Rusmiatun menekankan bahwa data merupakan fondasi utama dalam pengambilan keputusan organisasi. Tanpa data yang terstruktur, kerja-kerja advokasi, konsolidasi, dan pelayanan anggota akan berjalan lambat dan tidak tepat sasaran.
“Rapat ini adalah langkah awal untuk memastikan seluruh data organisasi, mulai dari keanggotaan, struktur, hingga data aksi dan advokasi, tertata dengan baik. Kita ingin data FSPMI bisa diakses dengan mudah, sesuai kebutuhan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Fokus utama pembahasan mengarah pada pembenahan dan penataan ulang seluruh data strategis organisasi. Proses ini mencakup verifikasi ulang data anggota, pemutakhiran struktur organisasi di tingkat PUK hingga DPP FSPMI, serta integrasi data antar-departemen agar tidak terjadi duplikasi dan ketidakselarasan informasi.
Salah satu poin penting yang disepakati dalam rapat adalah perlunya koreksi dan perbaikan pada sistem akses data. Selama ini, akses terhadap data organisasi masih terbatas dan belum sepenuhnya menyesuaikan dengan kebutuhan kerja di lapangan.
Departemen Database berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih terbuka secara prosedural, sehingga pengurus di berbagai tingkatan dapat mengakses data yang relevan dengan tugasnya. Namun, keterbukaan ini tetap akan disertai dengan mekanisme keamanan dan akuntabilitas untuk menjaga kerahasiaan data anggota.
“Ada beberapa koreksi perbaikan agar data dapat diakses dengan mudah sesuai kebutuhan organisasi. Ini penting supaya teman-teman di daerah tidak kesulitan ketika membutuhkan data untuk aksi, negosiasi, atau pendampingan kasus,” jelas Rusmiatun.
Rapat koordinasi kali ini juga dimaknai sebagai bagian dari konsolidasi organisasi pasca kongres dan musyawarah nasional. Dengan data yang tertata, DPP FSPMI berharap dapat menyusun program kerja yang lebih berbasis fakta dan kebutuhan riil di lapangan.
Departemen Database menargetkan dalam waktu dekat akan merilis peta jalan pembenahan data, termasuk jadwal pendataan ulang, pelatihan penggunaan sistem, dan mekanisme pelaporan dari tingkat bawah.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya gerak organisasi, mempercepat respons terhadap persoalan anggota, dan meningkatkan kredibilitas FSPMI sebagai serikat pekerja yang profesional dan berbasis data.
“Data yang baik akan membuat organisasi kuat. Ini bukan hanya kerja teknis, tapi bagian dari penguatan gerakan serikat pekerja di Indonesia,” pungkasnya. (Yanto)