Karawang, KPonline – Perubahan dunia industri otomotif yang berlangsung cepat menjadi perhatian Ketua PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang, Asmat Serum, S.H., M.H. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) IV PUK SPAMK FSPMI PT Tamano Indonesia di Hotel Brits Karawang, Minggu (27/9/2026).
Dalam sambutannya, Asmat menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri sejak pandemi Covid-19 hingga memasuki era kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Menurutnya, perubahan tersebut telah membawa dampak terhadap pola produksi, kondisi pasar, kebijakan efisiensi perusahaan, hingga kebutuhan dan kompetensi tenaga kerja.
“Pasca Covid-19, kita melihat banyak perubahan di dunia industri. Perusahaan dituntut untuk melakukan efisiensi, sementara pekerja juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi,” ujar Asmat.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi otomotif, khususnya peralihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik, tidak hanya mengubah teknologi dan proses produksi, tetapi juga berpotensi mengubah kebutuhan tenaga kerja serta kompetensi yang harus dimiliki pekerja.
“Perubahan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik adalah sebuah keniscayaan perkembangan industri. Kita sebagai serikat pekerja harus mampu membaca perubahan tersebut, jangan sampai perubahan teknologi justru membuat pekerja tertinggal,” tegasnya.
Selain transformasi teknologi, Asmat juga menyoroti adanya perusahaan yang menjalankan program pensiun dini sebagai salah satu strategi menghadapi tantangan bisnis dan perubahan industri. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius bagi serikat pekerja.
Setiap kebijakan perusahaan yang berdampak terhadap keberlangsungan hubungan kerja, lanjut Asmat, perlu dibicarakan secara terbuka melalui komunikasi dan perundingan yang baik, dengan tetap memperhatikan perlindungan serta hak-hak pekerja.
“PUK harus mampu membangun sinergi dengan perusahaan. Sinergi bukan berarti kehilangan sikap kritis sebagai serikat pekerja, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencari solusi agar perusahaan tetap berkembang dan kesejahteraan pekerja juga meningkat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Karena itu, serikat pekerja dituntut semakin profesional, mampu membaca perkembangan industri, serta memperkuat kapasitas dalam memperjuangkan kepentingan anggota melalui dialog dan perundingan yang konstruktif.
“Harapan kita, perusahaan bisa terus tumbuh, pekerja tetap memiliki kepastian dan perlindungan kerja, serta kesejahteraan anggota SPAMK FSPMI semakin baik. Untuk mencapai itu, dibutuhkan kebersamaan, komunikasi dan sinergi antara PUK dan perusahaan,” pungkas Asmat.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MUSNIK IV PUK SPAMK FSPMI PT Tamano Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan organisasi dan pekerja menghadapi perubahan industri otomotif yang semakin dinamis.
HKN



