Meski Hujan Lebat, Warga Batam Demo Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Meski Hujan Lebat, Warga Batam Demo Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Batam,KPonline– Meski di guyur hujan lebat ratusan warga yang menolak kenaikan TDL terus bertahan yang akhirnya membuat Wali Kota Batam M Rudi mereka, Rabu, (24 Mei 2017). Warga yang di komandoi Forum RT RW se kota Batam berunjuk rasa menolak kenaikan tarif listrik Batam.

Wali Kota Batam Rudi dalam keterangannya kepada warga mengklaim telah menyampaikan aspirasi warga kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Rudi bahkan meminta agar kenaikan tersebut ditinjau ulang karena membebani masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah sampaikan ke gubernur, karena kewenangan terkait kenaikan tarif listrik saat ini ada di gubernur, bukan di wali kota. Sudah ada pertemuan semalam (kemarin) dan kami minta agar tarif tersebut kalau bisa turun dari angka semula (45 persen),” ujarnya disambut riuh dan tepuk tangan pengunjuk rasa.

Dalam pertemuan itu, kata Rudi, sudah ada titik temu antara pemangku kepentingan untuk meninjau dan menurunkan kenaikan tarif listrik. “Harapan kita kenaikannya hanya 15 persen,” kata Rudi.

Pemkot Batam menyerahkan mekanisme berikutnya kepada Pemprov Kepri yang berwenang dalam urusan kelistrikan. Namun, ia menegaskan bila Pergub direvisi, tidak akan berlaku surut. Artinya, kenaikan tarif yang sudah berlaku dalam tagihan April dan Mei tetap. Dan revisi kenaikan tarif yang baru akan berlaku bulan berikutnya. “Yang sudah bayar, sudahlah,” tambah Rudi.

Hujan deras yang mengguyur Batam tak menyurutkan semangat para pengunjuk rasa. Wali kota Batam, perwakilan PLN Batam, dan pejabat terkait juga tetap berada di atas mobil meski seluruh pakaian yang dikenakan sudah tampak basah.

Ihwal pertemuan itu juga diamini oleh Kurnia Rumdhoni, GM Services Bussiness Unit PLN Batam. “Aspirasi yang disampaikan warga telah ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kenaikan TDL sebesar 45 persen oleh Bright PLN Batam dan ditandatangani Gubernur Kepri nomor 21 tahun 2017 saat ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat Batam. Warga menilai penyesuaian tarif listrik sangat signifikan. Sedangkan kondisi masyarakat Batam saat ini 82 persen kehilangan pekerjaan.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga meminta agar ada pernyataan bersama yang ditandatangani bahwa pemerintah daerah siap mengawal aspirasi warga dan menurunkan tarif listrik Batam, dari kenaikannya 45 persen, menjadi 15 persen.

Setelah memberikan penjelasannya di hadapan pengunjuk rasa, Wali Kota Batam dan perwakilan PLN Batam meninggalkan lokasi unjuk rasa. Massa juga mulai membubarkan diri.